Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pesan Sekda Yudha di Hari Jadi Kab Pasuruan: Kuncinya Tak Pernah Berhenti Bersinergi

Abdul Wahid • Rabu, 18 September 2024 | 16:20 WIB

 

 

 

 

BENTUK KERJA SAMA: Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko di acara menanam pohon saat Hari Bumi di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, April silam. Pem
BENTUK KERJA SAMA: Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko di acara menanam pohon saat Hari Bumi di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, April silam. Pem

Sebagai pejabat tertinggi di eksekutif, Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko tak pernah berhenti mendorong perangkat daerah untuk terus berinovasi. Sebab, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang dimiliki Pemkab Pasuruan untuk bisa mewujudkan pembangunan.

SEJAK menjabat Sekretaris Daerah, Yudha tahu betul tugasnya adalah membantu kepala dan wakil kepala daerah bisa mewujudkan visi-misinya. Tentang bagaimana visi-misi itu bisa sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Menjadikan birokrasi memberi solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

Tak salah jika di hari jadinya yang ke-1095, Kabupaten Pasuruan mengambil tagline:

“Bersinergi Menuju Pasuruan Maju Penuh Maslahat” Karena dengan bersinergi inilah, segala hambatan maupun persoalan bisa teratasi.

Sekda Yudha Triwidya Sasongko
Sekda Yudha Triwidya Sasongko

Kata Sekda, PR Pemkab Pasuruan sebenarnya masih ada banyak. Dari sejumlah persoalan itu, ada yang menjadi prioritas agar bisa tuntas.

“Di antaranya adalah soal kemiskinan ekstrem maupun stunting. Kami tiap waktu mengevalusinya agar bisa terus berkurang,” beber Yudha, saat ditemui di ruang kerjanya.

Kemiskinan ekstrem misalnya. Yudha akui, masih banyak desa yang perlu mendapat penanganan. Desa-desa itu sudah terdata, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pemerintahan desa sudah mengetahuinya.

Sehingga jika ada program pembangunan, seefektif mungkin anggaran yang digelontorkan bisa mengatrol untuk ikut mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. Begitu juga dengan stunting yang sampai kini masih menjadi perhatian skala nasional.

“Kami juga memiliki Gerakan Kasih Bersanding Mesra yang aplikasinya juga kami terapkan dengan melibatkan stakeholder. Bukan hanya pemerintahan aja. Tetapi, pihak swasta atau perusahaan,” beber Yudha.

Gerakan Kasih Bersanding Mesra yang memiliki kepanjangan Keluarga Bersih Bersama Sadari Stunting Menuju Masyarakat Sejahtera, ini melibatkan banyak pihak untuk ikut intervensi terhadap stunting. Caranya, semua pihak bisa ikut melakukan aksi agar angka stunting bisa terus berkurang.

Sekda Yudha mengambil contoh, misalnya di sebuah desa atau kecamatan, terdapat sebuah perusahaan. Perusahaan itu tentunya juga memiliki program corporate social responsibility (CSR). Nah, dalam program Kasih Bersanding Mesra, ini pemkab mengarahkan apa yang sebaiknya dilakukan perusahaan tersebut, agar bisa ikut mengurangi stunting.

“Pemerintah kan punya data, daerah mana saja yang menjadi lokasi stunting. Sehingga, saat perusahaan atau pihak swasta mau melakukan CSR-nya, perusahaan tersebut bisa memilih. Entah itu mau pemberian makanan tambahan atau lainnya.

Terutama yang berhubungan dengan percepatan penurunan prevalensi stunting terintegrasi dengan peningkatan open defecation free (ODF), penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penurunan kemiskinan, dan penataan kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan.

Bentuk sinergitas inilah yang dibutuhkan antara pemerintah dan pihak swasta,” beber Sekda Yudha. Selain kerja sama solid antar-OPD terkait dalam menyinergikan program, kunci keberhasilan Kasih Bersanding Mesra juga ditentukan oleh validitas data. Baik dari Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah; Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; maupun instansi terkait lainnya. Semisal Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial, maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Sehingga, diharapkan mampu mengidentifikasikan data balita stunting dan keluarga risiko stunting yang akurat. Tidak terkecuali dalam menghasilkan pengambilan kebijakan yang sesuai dan tepat sasaran.

Dari segi birokrasi, Sekda Yudha terus mendorong agar pegawai di lingkungan Pemkab Pasuruan tak pernah berhenti melakukan inovasi. Dia pun menegaskan, inovasi itu bukanlah hanya berbentuk sebuah aplikasi semata.

“Tetapi, harus bisa menjadi solusi atau jalan keluar. Inovasi itu harus bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat,” beber Yudha.

Inovasi sudah menjadi program dan memiliki dampak positif pun harus didukung. Misalnya saja dengan Gerakan Penanggulangan Kerawanan Pangan (Gelang Kepang) yang sudah berjalan sejak Februari lalu. Bentuknya dengan gerakan tanam cabai sebagai upaya menstabilkan harga komoditas pertanian yang saat ini merupakan penyumbang terbesar inflasi.

“Ini sudah diawali di kantor-kantor pemerintahan, mulai dari kelurahan atau desa. ASN pun kami imbau juga untuk menerapkannya di rumah,” kata Yudha.

Menanam cabai, terlihat sederhana. Tetapi memiliki dampak karena produk pertanian ini terkadang banyak memengaruhi laju inflasi daerah. Sehingga menjadi perlu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kerawanan pasokan dan stabilitas harga. (fun)

Ingatkan Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

PILBUP Pasuruan menjadi agenda terbesar di Kabupaten Pasuruan, November mendatang. Agenda pesta demokrasi ini akan menentukan siapakah sosok yang akan terpilih untuk memimpin Kabupaten Pasuruan. Inilah pesan Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko kepada jajarannya maupun ke masyarakat.

Jawa Pos Radar Bromo (JPRB): Apa persiapan Pemkab Pasuruan untuk menghadapi Pilbup Pasuruan?

 Yudha Triwidya Sasongo (YTS): Kami terus bersinergi dengan sejumlah instansi yang akan terlibat. Mulai dari penyelenggara pemilu hingga aparat keamanan. Pilbup Pasuruan ini menjadi agenda pilkada serentak di seluruh Indonesia. Sehingga, memang membutuhkan kerja sama agar pelaksanaannya sukses.

JPRB: Bagaimana agar netralitas ASN tetap terjaga?

YTS: Menjaga netralitas itu sudah menjadi kewajiban bagi seorang aparatur sipil negara. Sudah ada aturan yang tidak boleh dilanggar. Kami sebagai ASN harus bisa saling mengendalikan.

JPRB: Hanya ada dua pasangan calon yang akan berkontestasi. Apa harapan soal calon pemimpin ini?

YTS: Yang pasti, Pilbup Pasuruan ini kan memilih pemimpin. Semuanya punya potensi dan layak kita dukung program dan visi-misinya ketika nanti terpilih. Semua calon ini pasti ingin menjadikan Kabupaten Pasuruan lebih baik lagi.

Untuk masyarakat, perbedaan pilihan itu bukan suatu masalah besar. Justru dengan kita saling menghormati dan saling menghargai, pelaksanaan pilbup untuk memilih kepala daerah ini akan menjadikan demokrasi yang baik.

Jadi, datanglah ke TPS dan gunakan hak suara Anda. Karena ini ikut menentukan nasib ke depan. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#hari jadi kabupaten pasuruan #pemkab pasuruan #Sekda Yudha Triwidya Sasongko