TAK hanya disukai anak-anak. Generasi Z atau Gen Z yang merupakan kelahiran antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an memiliki perspektif yang unik dalam menyambut perayaan Lebaran.
Salah satu tradisi yang sangat dinantikan oleh generasi ini adalah menerima angpao Lebaran.
Seperti yang disampaikan salah satu Generasi Z, Anastasia Nadliratul Lail, 21, warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Anastasia mengaku sangat senang mendapat uang saat Lebaran dari saudara maupun tetangganya.
“Meski sudah dewasa, pemberian uang tersebut masih sangat berarti. Sekalipun hanya Rp 10 ribu, tapi kalau dikumpulkan banyak juga,” katanya.
“Uang itu nantinya bisa digunakan untuk keperluan pribadi, seperti beli pulsa ataupun jajanan. Senang sekali rasanya,” Lanjut Anastasia.
Hal serupa disampaikan Wanda Juliana, 18, Generazi Z yang juga influencer asal Kota Pasuruan.
Tradisi menukar uang baru untuk memberi angpao saat Lebaran merupakan bentuk rasa menghargai pada orang lain.
Tidak nyaman atau tidak enak rasanya bisa memberikan uang dalam kondisi kurang bagus.
Apalagi, tradisi itu sudah berlangsung turun temurun. Sehingga rasanya ada yang kurang jika saat Lebaran, tidak mendapat angpao.
“Memberi angpao dengan uang baru menunjukkan mereka tahu caranya menghargai orang lain. Apalagi, saat melihat barang bagus, tentu kita lebih suka,” tutur Wanda.
Wawid, warga Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan menyebut, tradisi menukarkan uang baru merupakan sesuatu yang tidak boleh dilewatkan saat Lebaran.
Ia biasanya menukar pecahan uang lebih dari satu. Yang paling sering pecahan Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu.
“Kalau kakakku tukar uang Rp 2 ribuan. Sebab ada kebiasaan anak-anak kampung sekitar rumah datang meski tidak kenal,” terangnya. (gus/riz/hn)
Editor : Jawanto Arifin