------------------------------------------------------------------------------------------------------
BANYAK alasan yang menjadi pemicu terjadinya balap liar. Kaum muda umumnya ingin dianggap paling ngebut dan alasan klasik ialah adu skill berkendara. Jika menang, bukan hanya gengsi yang didapat. Sebab seringkali aksi balap liar disisipi taruhan.
Balap liar kerap menimbulkan ketidaknyamanan. Terlebih lagi aksi balap liar dilakukan pada jalan raya yang sering dilewati pengendara. Tidak jarang pengendara lainnya memilih mengalah sejenak menunggu balapan selesai. Atau bahkan mengambil jalan memutar menghindari jalan yang dijadikan jalur balap liar.
Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Sapari mengatakan, aksi balap liar menjadi atensi jajarannya. Sebab aksi geber motor tidak pada tempatnya tersebut telah mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Padahal polisi kerap menggelar operasi rutin setiap pekannya. Menyisir ruas jalan yang menjadi lokasi balap liar.
"Wilayah mana saja yang jadi tempat balap liar kami datangi," ujar Sapari
Saat operasi dan kedapatan pelaku sedang balap liar, dibubarkan. Motor yang dipakai diamankan. Pemiliknya boleh mengambil apabila motor distandarkan dan bisa menunjukkan bukti kepemilikan.
Tapi itu tidak cukup. Sebab banyak pelaku baru muncul. Sanksi motor diamankan dan harus distandarkan saat diambil, tidak cukup. Perlu ada sanksi lebih tegas.
"Kami masih melakukan upaya edukasi. Pelaku balap liar kami binaan. Jika kemudian hari terjaring razia lagi, akan kami berikan sanksi lebih tegas," ucapnya.
Bukan hanya itu. Pengkel penyedia atau modifikasi motor sering diimbau. Agar tidak melayani modifikasi yang membahayakan dan merugikan orang lain. Jika imbauan tidak digubris maka sanksi lebih tegas akan dilakukan.
"Penyedia modifikasi, khususnya knalpot brong sudah kami berikan imbauan. Kami harap bisa bekerjasama untuk menekan kasus balap liar," imbuhnya.
(Foto - Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
Namun bagi para pelaku, balap liar adalah sebuah kesenangan. Tentu saja mereka meremehkan tentang sanksi yang akan didapat. Karena unsur kesenangan mengalahkan segalanya.
Seperti yang diungkapkan HD, 25, warga Kraksaan yang kerap ikut balap liar. Ia menjelaskan jika balap liar tersebut sebenarnya dilakukan hanya untuk bersenang-senang semata. Menunjukkan kemampuan mengendarai motor dan setelan motor. Ada keseruan tersendiri saat melakoninya.
"Balap liar mulanya kumpul-kumpul dengan orang sehobi. Dari situlah kemudian timbul keinginan untuk mencoba dan biasanya spontan," ucapnya.
Hal senada diungkapkan MM, 24, warga Kecamatan Gending. Biasanya dia rekannya sering membuat janji ketemu di jalan untuk adu kebut. Penentuan lokasi balap liar biasanya dilakukan secara acak. Melihat kondisi jalan yang memungkinkan. Yang penting kondisi jalan lurus dan medannya mulus.
Baik HD dan MM mengaku, balap liar sebenarnya punya resiko tinggi. Sebab balapan tidak dilengkapi dengan alat pengaman tubuh. Sering kali saat balapan menggunakan pakaian seadanya tanpa menggunakan helm. Sehingga rsiko kematian saat menggeber motor, lebih tinggi.
"Pasti ada rasa khawatir dan takut mati. Karena itulah sebelum melakukan balap liar perlu dipikirkan matang-matang. Sebab aktivitas ini memiliki resiko tinggi," beber MM.
Tapi bagi keduanya, balap liar adalah menjaga gengsi. Terlebih lagi pelaku tergabung dalam komunitas motor tertentu. Sehingga jika hanya terjaring polisi, mereka menganggap itu adalah hal yang sepele. (ar/fun)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pasang Pita Kejut di Jalan
AKSI balap liar sebenarnya bukan hanya diantisipasi jajaran kepolisian. Pemerintah daerah juga berupaya bersikap agar adu kebut ini tak menjadi aksi kambuhan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Taupik Alami mengatakan, balap liar merupakan salah satu dampak negatif dari pergaulan jalanan yang perlu dilakukan pembinaan. Karena itulah pihaknya kerap melakukan sosialisasi kepada para pengguna jalan agar memanfaatkan jalan sesuai dengan peruntukannya. Termasuk tidak melakukan aksi balap liar di jalan raya.
"Pembinaan sudah kami lakukan dengan sosialisasi. Sebab untuk pemberian sanksi bukan menjadi kewenangan kami," ucapnya.
Apakah perlu ada sebuah kegiatan ataukah perlu membangun sirkuit khusus untuk balapan? Soal itu, pihaknya belum sampai berpikir sampai kesana. Sebab perlu banyak kajian, mulai dari lokasi yang cocok, manfaat keberadaan sirkuit, serta kegiatan jangka panjang yang akan dilakukan setelah adanya sirkuit tersebut.
"Selain lokasi, anggaran yang harus disediakan cukup banyak. Perlu ada kajian lagi asas kemanfaatannya," tuturnya.
Taupik menuturkan jika tindakan nyata yang efektif untuk menurunkan aktivitas balap liar yang dilakukan para pemuda adalah dengan memasang pita atau markah kejut di lokasi balap liar. Sebab diketahui jika aksi balap liar dilakukan pada ruas jalan yang lurus dengan kondisi jalan yang beraspal mulus.
Beberapa waktu lalu Dishub telah memasang pita kejut tersebut di beberapa titik ruas jalan di Jalan Panglima Sudirman, Kraksaan. Ruas jalan ini merupakan rute favorit pelaku balap liar yang kerap dilakukan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Kini pengguna kendaraan tidak bisa lagi melaju dengan kecepatan tinggi. Dan lebih berhati-hati saat melaju pada ruas jalan tersebut.
"Tujuan utama pemasangan pita kejut memang untuk memberikan peringatan agar mengurangi kecepatan. Sebab sepanjang ruas jalan tersebut (Jalan Panglima Sudirman, Red) merupakan pusat pemerintahan dan pertokoan. Kalaupun mampu menurunkan kegiatan balap liar pada malam hari, bagi kami merupakan manfaat tambahan," ucap Taupik. (ar/fun)
Banyak yang Dukung agar Ditertibkan
ADANYA penertiban balap liar mengundang respons dari berbagai kalangan. Mayoritas mendukung sepenuhnya penindakan terhadap pelaku balap liar sebab menganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat karena juga membahayakan orang lain.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo Arifin Alfathoni mengatakan, langkah yang dilakukan pihak kepolisian melakukan operasi balap liar sudah tepat. Terlebih lagi aksi balap liar tersebut dilakukan pada ruas jalan umum. Memiliki volume kendaraan yang cukup tinggi, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
"Langkah penindakan yang dilakukan polisi ini sudah benar. Sebab dampaknya memang mengganggu keamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat," kata Arifin.
Pihaknya juga mendorong perangkat daerah terkait agar lebih gencar melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada pengguna jalan. Upaya ini perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan pengguna jalan. Sebab pengguna jalan memerlukan kenyamanan dan keamanan saat melintas di jalan raya.
Selain itu pihaknya juga mendorong agar remaja dan pemuda diberikan wadah untuk kegiatan yang lebih produktif. Hal ini dapat dilakukan mulai dari tingkat pemerintah desa. Memasukkan pemuda pada Karang Taruna. Harapannya dengan aktifnya pada organisasi kepemudaan tersebut bisa menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan.
Ahsan, 23, warga Pajarakan mengatakan jika aksi balap liar, sering merugikan masyarakat. Sebab ruas jalan yang digunakan balapan tidak aman. Terlebih lagi warga yang tidak mengetahui ruas jalan yang dilintasi merupakan tempat dilaksanakannya aksi balap liar.
"Saya pernah melintas di jalan Panglima Sudirman, jadi tempat aksi balap liar. Bahkan dengan sengaja menutup akses jalan sementara selama balapan," ucapnya.
Patroli rutin yang dilakukan oleh polisi memberikan dampak yang nyata. Sebab balap liar yang dulunya hampir tiap pekan digeber, kini tidak tampak lagi. Oleh karena itu, Ahsan begitu mendukung adanya penindakan balap liar. Balapan yang dilakukan juga membuat kegaduhan di lingkungan masyarakat. Sebab knalpot yang digunakan oleh motor balap mayoritas adalah knalpot brong yang memiliki suara bising.
Zainul, 28, warga Paiton mengatakan jika aksi balap liar bisa ditekan dengan berbagai cara. Kepolisian memang harus operasi rutin. Berkeliling melakukan penyisiran ke lokasi yang telah dilaporkan masyarakat. Kemudian memberikan tindakan tegas kepada pelaku balap liar.
"Saya sering baca berita jika setiap pekan di Alun-alun Kraksaan dilakukan operasi. Namun jangan cuma di lokasi itu-itu saja. Operasi perlu dilakukan ditempat lain," ucapnya.
Reni, 37, warga Kecamatan Gending mengungkapkan ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menekan aksi balap liar. Hal itu dapat dilakukan mulai dari keluarga, seperti lebih memfilter pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus pada pergaulan negatif. Pergaulan yang ditimbulkan dari jalanan akan membentuk karakter anak menjadi lebih agresif.
"Anak rumahan dengan anak jalanan karakternya tentu berbeda. Anak rumahan cenderung penurut, sementara anak jalanan lebih agresif," katanya.
Orangtua harus menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Orang tua menjadi partner anak dalam segala hal. Berikan rasa nyaman di rumah, sehingga lebih menyukai lingkungan rumah dibandingkan dengan di jalanan. Orang tua juga harus mampu mengarahkan anak pada kegiatan-kegiatan produktif yang bermanfaat jangka panjang.
"Saat usia sudah menginjak remaja, perasaan ingin melakukan kegiatan tanpa dikekang pasti ada. Intinya jalin komunikasi yang baik dengan anak. Arahkan pada kegiatan yang lebih bermanfaat," tuturnya. (ar/fun)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lokasi yang Sering Dijadikan Balap Liar
- Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton
- Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan
- Jalan Kecamatan Besuk
Langkah Mencegah Balap Liar
- Operasi rutin kepolisian ke lokasi yang sering dijadikan rute
- Beri sanksi dengan menyita motor yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik
- Memberikan pembinaan kepada pelaku
- Memasang pita kejut di jalur yang sering dijadikan lokasi balap liar