Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Misteri Air Terjun Coban Kebo Glundung di Tretes, View Menawan tapi Rawan

Jawanto Arifin • Senin, 20 Juni 2022 | 20:03 WIB
VIEW MENAWAN: Air terjun Coban Glundung di Pesanggrahan, Kecamatan Prigen. (Istimewa)
VIEW MENAWAN: Air terjun Coban Glundung di Pesanggrahan, Kecamatan Prigen. (Istimewa)
PANDAAN, Radar Bromo - Selain air terjun Kakek Bodo dan Putuk Truno, kawasan wisata Tretes di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, juga punya sejumlah air terjun. Salah satunya, Coban Kebo Glundung.

Lokasinya di areal hutan pinus Perhutani. Tepatnya di Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan/ Kecamatan Prigen. Air terjun ini berada di ketinggian 850 meter di atas permukaan air laut (dpl). Dengan kedalaman 2 meter dan tinggi mencapai 151 meter, Coban Kebo Glundung merupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Pasuruan.

Dibandingkan air terjun lain yang jadi objek wisata selama ini, kondisi Coban Kebo Glundung masih alami dengan pemandangan yang menawan. Bahkan, binatang hutan masih banyak ditemui di sana.

Namun, Slamet Subagio, staf Perhutani RPH Prigen mengatakan, sebenarnya Perhutani tidak pernah membuka Coban Kebo Glundung untuk wisata. Pada 2019, Perhutani hanya membuka Coban Centong, air terjun yang lokasinya hanya berjarak ratusan meter dari Coban Kebo Glundung. Kemudian ditutup pada tahun 2020 sampai sekarang.

Coban Centong dibuka karena kondisinya dinilai lebih aman dari Kebo Glundung. Bandingkan, tinggi Coban Centong hanya 25 meter dengan kedalaman di hilir satu meter saja.

Namun, memang akses jalan menuju dua coban atau air terjun ini sama. Pintu masuk atau gapura wisata yang dibuat Perhutani untuk menuju Coban Centong, bahkan juga bisa digunakan untuk menuju Coban Kebo Glundung.

“Jadi untuk mencapai Coban Centong, wisatawan harus menuju gapura masuk wisata di Pesanggrahan. Lalu dengan berjalan kaki sekitar 100 meter dari gapura masuk itu, pengunjung sudah sampai di hulu air terjun Coban Kebo Glundung,” terang Slamet.



Sementara untuk menuju Coban Centong sendiri, jaraknya justru lebih jauh dari gapura masuk. Yaitu, sekitar 750 meter.

Yunus Haddy Key, ketua RT setempat di Lingkungan Pesanggrahan menambahkan, pengunjung memang harus melewati hulu Coban Kebo Glundung sebelum menuju Coban Centong. Mereka yang tidak tahu kadang mengira, hulu Kebo Glundung itu tidak lain Coban Centong.

“Jadi walaupun Kebo Glundung ini tidak pernah dibuka, wisatawan pasti melewati hulu Kebo Glundung saat akan ke Coban Centong. Mereka yang tidak tahu, mengira itulah Coban Centong. Padahal bukan,” tambah Key, panggilannya.

Dan di hulu Kebo Glundung inilah, petaka sering terjadi. Rata-rata pengunjung kepincut dengan view menawan di Coban Kebo Glundung. Lalu mereka swafoto dan main air.

“Akhirnya terpeleset dan jatuh. Sebab, bebatuan di sana memang licin. Kebanyakan begitu itu kejadiannya,” tutur Key.

Meskipun sebenarnya, pengunjung dan siapapun dilarang berada di bibir hulu air terjunnya. Perhutani bahkan sudah memasang larangan resmi. Termasuk, pernah dipasang police line, pagar kawat berduri dan lainnya di bibir hulu air terjun Coban Kebo Glundung. (rizal f. syatori/hn) Editor : Jawanto Arifin
#air terjun coban kebo glundung #wisata pasuruan #wisata prigen