Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Padukan Bentuk Asimetris-Roster, Ciptakan Kesan Futuristik untuk Masjid

Inneke Agustin • Minggu, 6 Oktober 2024 | 17:05 WIB
MINIMALIS MODERN: Fasad Masjid Jami` Al Bukhori di Jalan Raya Bromo, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, mengusung kesan minimalis nan modern
MINIMALIS MODERN: Fasad Masjid Jami` Al Bukhori di Jalan Raya Bromo, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, mengusung kesan minimalis nan modern

Gaya arsitektur masjid terus berkembang mengikuti zaman. Salah satunya dengan desain fasad yang semakin modern dan unik.

Sebuah masjid dengan fasad yang memikat perhatian hadir dengan sentuhan arsitektur modern.

Masjid di Jalan Raya Bromo, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ini bernama Masjid Jami` Al Bukhori.

Masjid ini menonjolkan dinding depan yang lebih tinggi hingga menutupi bentuk atap di belakangnya, layaknya secondary skin.

Desain ini tidak hanya memberikan kesan berbeda (point of view) daripada masjid-masjid tradisional pada umumnya. Tapi, juga membuat tampilan lebih segar dan modern.

Seorang mahasiswi jurusan Arsitektur di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Anastasia Nadliratul Lail menyebutkan, tambahan dinding tinggi pada fasad ini memberikan kesan kokoh sekaligus kontemporer.

“Bagian depannya sangat menarik karena dinding yang ditambahkan tidak hanya menutupi atap di belakang, tetapi juga membentuk struktur asimetris yang memberikan daya tarik visual," ujarnya.

Keunikan lain yang membuat desain fasad ini semakin futuristik adalah penggunaan roster terawang di dinding bagian atas. Penggunaan roster menjadi elemen dekoratif.

“Selain itu juga memberikan tekstur visual, sehingga memperkuat karakter fasad dengan gaya minimalis modern," ujar mahasiswi yang akrab disapa Tasya ini.

Bukan hanya pada bagian tambahan dinding, roster juga digunakan di jendela masjid. Memungkinkan cahaya masuk secara alami ke dalam ruangan secara lembut.

“Cahaya yang masuk secara artistik menciptakan permainan bayangan yang indah di bagian dalam masjid juga,” katanya.

Tasya mengatakan, pemilihan warna putih sebagai warna dominan pada fasad masjid turut memberikan kesan luas dan bersih.

Warna putih selalu berhasil menciptakan kesan yang lapang dan menenangkan. Apalagi jika diaplikasikan pada tempat ibadah. “Ini membuat keseluruhan desain tampak lebih sederhana, namun tetap elegan,” katanya.

Tidak hanya fasadnya yang menarik, bagian dalam masjid juga dirancang untuk menciptakan suasana yang asri dan sejuk. Interior masjid didominasi dengan ornamen khas berwarna hijau.

Tentu ini menambah kesan segar dan menenangkan di dalam ruangan.  Sementara di bagian tengah juga terdapat kubah yang menciptakan kesan ruang dalam terasa lebih luas dan lapang.

“Suasana yang tenang pastinya dibutuhkan bagi seluruh jamaah yang hendak salat di sana. Penggunaan warna hijau yang terkesan sejuk, bersanding dengan warna putih memberi vibes tenang di dalam ruangan,” ujar Tasya.

Melalui perpaduan elemen asimetris, roster, dan warna yang dominan putih dan hijau, masjid ini berhasil menggabungkan unsur tradisi dan spiritual dengan sentuhan modern.

"Dengan tetap memberikan inovasi tampilan yang segar dan kekinian, arsitektur masjid bisa berkembang tanpa menghilangkan esensi spiritualitasnya," katanya. (gus/rud)

TERASA LUAS: Kesan luas dan asri dengan penggunaan warna putih dan hijau di dalam ruangan Masjid Jami` Al Bukhori.
TERASA LUAS: Kesan luas dan asri dengan penggunaan warna putih dan hijau di dalam ruangan Masjid Jami` Al Bukhori.
 

Ciri Khas Menara dan Sentuhan Motif Kayu

MESKI terkesan modern, masjid ini tetap mempertahankan elemen tradisional yang menjadi ciri khas sebuah masjid. Yaikni, adanya menara.

Menara ini dirancang dengan proporsi yang seimbang dengan luasan bangunan, memberikan keseimbangan visual yang harmonis.

Dibalut warna putih, senada dengan warna dominan fasad, menara tersebut memperkuat kesan modern tanpa kehilangan fungsinya sebagai penanda tempat ibadah.

“Meski masjid ini menampilkan desain yang modern, keberadaan menara tetap menjadi elemen penting yang tidak dihilangkan. Ini menjaga identitas masjid sekaligus menambah keindahan arsitekturnya,” kata Tasya.

Sebagai penyeimbang komposisi desain pada bagian depan fasad juga ditambahkan motuif kayu.

Penggunaan motif kayu ini menghadirkan nuansa hangat di tengah dominasi elemen modern dan minimalis. Sehingga, tercipta perpaduan antara tradisi dan modernitas.

“Motif kayu di bagian depan menjadi elemen yang menyatu dengan desain, memberi keseimbangan antara unsur modern dan sentuhan tradisional yang khas,” tuturnya.

Dengan perpaduan fasad modern, interior asri, serta tetap mempertahankan menara dan sentuhan kayu pada fasad, masjid ini berhasil menampilakn inovasi arsitektur yang harmonis.

Modernitas tidak mengesampingkan nilai-nilai tradisional, sehingga masjid ini tetap mencerminkan suatu tempat ibadah sekaligus menawarkan pengalaman visual yang menenangkan dan menyegarkan. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#salat #masjid #ibadah