Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kafe Rail View, Nikmati Kuliner dengan Pemandangan Kereta Api

Inneke Agustin • Minggu, 2 Juni 2024 | 17:10 WIB
MELINTAS: Suasana lokasi kuliner dengan pemandangan rail view di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ketika ada kereta api yang melintas.
MELINTAS: Suasana lokasi kuliner dengan pemandangan rail view di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ketika ada kereta api yang melintas.

TAK HANYA ada di Jogjakarta. Di Probolinggo, juga ada tempat makan yang unik bagi pecinta kuliner dan rail view atau pemandangan kereta api. Terletak di dekat Stasiun Kota Probolinggo, tempat makan ayam geprek satu ini wajib dikunjungi.

Selain menjadi tempat nongkrong yang menyenangkan, ia juga mengusungi konsep menarik dengan menawarkan pengalaman bersantap sambil menyaksikan kereta api melintas. Hal tersebut akan memberikan sensasi berbeda bagi para pengunjung. Dapat mengabadikan momen kebersamaan dengan keluarga, pasangan, ataupun teman berlatar belakang kereta api.

Pemilik tempat makan tersebut, Lita Juatitia, 42. Menurutnya, dulu lokasi ini masih berupa semak belukar. Sementara, aktivitas kuliner berfokus pada halaman depan. Kini, lokasi dimanfaatkan agar para pengunjung dapat bersantap dengan background rel kereta api.

 

 

Kan banyak anak kecil yang biasanya ingin lihat kereta. Bahkan, sekarang remaja juga ada yang punya komunitas pencinta kereta. Kadang mereka buat konten disana,” katanya.

Karena itu, ia mengaku memanfaatkan halaman belakang. Selain kulineran, juga sekalian bisa berwisata nonton kereta. “Terbukti para pengunjung lebih senang nongkrongnya di area belakang sekarang,” tambah Lita.

Sebagai pengaman, Lita menambahkan pengaman berupa pagar besi berbentuk kotak di area belakang. Sehingga, para pengunjung yang membawa anak kecil tidak perlu waswas bila anaknya menonton kereta dari kursi makan.

 

 

“Kami tembok dinding tapi tidak full, atasnya menggunakan pagar besi. Sehingga pengunjung masih dapat melihat atau memfoto kereta api yang melintas,” tutur perempuan yang berdomisili di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Sementara arsitektur tempat makan tersebut mengusung tema industrial minimalis dengan penggunaan beberapa material khas. Seperti batu bata ekspose dan adanya lampu gantung.

“Selain sebagai penghematan budget, karena tidak perlu menggunakan acian seperti dinding pada umumnya. Bata ekspose juga tampak lebih estetik hasilnya,” katanya.

Pada bagian atap, Lita menambahkan aluminium foil di bawah genteng calvanis. Aluminium foil tersebut berfungsi sebagai pelindung terhadap udara panas dan radiasi matahari. “Jadi ini untuk meredam hawa panas. Alhamdulillah bisa mengurangi 50 hingga 60 persen udara panas masuk ke dalam area kuliner,” katanya.

 

 

Alumnus Fakultas Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Moh. Rikzan Wagianto, 25, mengatakan, penggunaan bata ekspose dan lampu gantung memperkuat kesan industrial dalam tempat makan. Begitu juga dengan penambahan furniture dari perpaduan besi dan kayu di sana.

Kondisi open space yang digunakan pada area belakang membuat lokasi tersebut tersuplai sinar matahari dan udara yang cukup. Sehingga pencahayaan dan penghawaan ruangan tidak perlu dikhawatirkan.

“Akan lebih baik lagi ketika ditambahkan sedikit penggunaan tanaman-tanaman hijau seperti palm mini. Maka tampilannya akan lebih berimbang,” jelasnya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kafe #kuliner