Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Café di Probolinggo Ini Membuat Pengunjung Bisa Nongkrong Sambil Berkuda

Inneke Agustin • Minggu, 10 Maret 2024 | 16:00 WIB
ASRI: Sejumlah pengunjung bersantai di Hidden Gem Café di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
ASRI: Sejumlah pengunjung bersantai di Hidden Gem Café di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

KEBERADAAN kafe makin berkembang di Kota Probolinggo. Bergam konsep kafe unik dan segar bermunculan. Salah satunya di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Kafe ini juga diambil dari bahasa Arab Subbah yang bermakna udara segar di pagi hari.

Lokasinya mungkin tak terlihat dari jalan poros. Namun, nyatanya membuat kafe ini seolah menjadi hidden gem bagi para pengunjung. Kafe ini hadir dengan konsep anti mainstream. Tak hanya menawarkan tempat makan, kafe bernuansa semi outdoor ini juga sangat cocok bagi pecinta alam dan hewan. Selain menjadi tempat nongkrong yang cozy, di sini juga memiliki fasilitas berkuda.

“Konsep ini hanya satu-satunya di Kota Probolinggo. Ini akan membuat pengalaman berbeda dan menyenangkan bagi pengunjung. Kalau biasanya kafe hanya untuk tempat nongkrong, di sini bisa sekalian belajar berkuda. Bahkan kami juga mencetak sejumlah atlet berkuda disini,” ujar Masda Halim, 25.

 

 

Warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, ini mengatakan, nama Subbah diambil dengan harapan dapat menyejukkan pengunjung. Menghadirkan pengalaman berkuda yang segar dan penuh semangat. “Harapannya dapat menjadi destinasi favorit di Kota Probolinggo,” katanya.

Kafe ini berdiri di lahan cukup luas. Pengunjung yang tertarik menikmati sesi berkuda akan dipandu instruktur profesional. Baik bagi pemula ataupun yang sudah berpengalaman. Bila ingin punya pengalaman seru, pengunjung boleh mencoba wisata berkuda ala koboi.

“Bila pengunjung yang ingin berkuda, bisa. Bila ingin kursus juga bisa. Kami sediakan. Di sini ada tujuh kuda yang bisa digunakan. Dua di antaranya berupa kuda pacu dan lima lainnya berupa kuda tunggang. Mereka adalah Haidar, Black Bee, Meri, Humairah, Darib, Shoddrun, dan Cherry,” jelas Masda.

Masda menjelaskan, kuda-kuda tersebut sebelumnya telah dilatih, sehingga penunggang tak perlu risau. Khusus bagi anak berusia 5 hingga 6 tahun dengan bobot maksimal 50 kilogram, disediakan seekor kuda poni bernam Cherry. Sementara untuk penunggang dewasa atau memiliki bobot lebih dari 50 kilogram, bisa menggunakan kuda dewasa juga.

 

 

“Anak-anak juga bisa berfoto dengan para kuda ataupun menungganginya. Kadang memang ada penunggang merasa waswas, terutama bagi yang masih pertama kali berkuda. Katanya seolah mau jatuh, padahal itu hanya perasaannya saja. Tidak benar-benar jatuh ataupun dijatuhkan oleh kudanya. Tapi, lama kelamaan akan terbiasa dan tidak takut lagi,” jelasnya.

JINAK: Sejumlah pengunjung menengok kuda-kuda di salah satu kafe unik di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
JINAK: Sejumlah pengunjung menengok kuda-kuda di salah satu kafe unik di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Sebagai tempat bersantai, terdapat kafe semi outdoor yang terletak di sebelah barat lapangan pacu. Pandangan pengunjung dapat langsung tertuju ke arah lapangan pacu. Hal tersebut membuat kafe tampak nyaman sekaligus instagramable.

Mengusung suasana bohemian, kafe ini cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ataupun kawan-kawan. Bagi anak-anak juga disediakan area bermain di sisi utara. Kemudian spot untuk makan juga sangat luas. Area tersebut dipercantik denagn adanya tanaman-tanaman hias di sekelilingnya.

“Untuk yang di luar kafe menggunakan tanaman hidup. Sedangkan yang ada di dalam kafe menggunakan artificial flower. Ini agar mempermudah perawatannya saja,” jelas Masda.

 

 

Masda juga menjelaskan, kafe ini menawarkan berbagai hidangan arabian dan lokal istimewa. Suasana bohemian juga makin terasa dengan hadirnya meja piknik kayu yang dipadukan dengan kursi rotan. Tak hanya itu, penerangan dibuat secantik mungkin menggunakan lampu gantung dan lampu dengan aksen anyaman bambu.

“Memang konsepnya seperti eco cafe, menggunakan bahan-bahan alam seperti bambu sebagai konstruksi utamanya. Kebetulan bambunya pun didapat dari lahan pribadi, sehingga selain ramah lingkungan juga ramah di kantong,” tutur Masda sambil tersenyum.

Salah satu pengunjung kafe, Kartika, 37 mengatakan, bahwa kafe ini sangat unik dan berbeda dengan kafe pada umumnya. Suasana kafe menyuguhkan dua pengalaman sekaligus dalam satu tempat.

Selain untuk tempat nongkrong, kafe ini juga bisa menjadi tempat berlatih berkuda. Menurut Kartika, kafe ini lebih cocok dikunjungi saat pagi atau sore hari. “Sebab, bentuknya yang semi outdoor akan membuat pengunjung merasa lebih sejuk ketika pagi atau sore hari,” katanya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando