Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Fashion: Ide Tampil Nyentrik 90-an dengan Grunge Style

Fahrizal Firmani • Senin, 22 Januari 2024 | 01:05 WIB
GRUNGE: Agrestin Metha Devora dengan busana grunge style.
GRUNGE: Agrestin Metha Devora dengan busana grunge style.

GRUNGE style menjadi salah satu tren fashion yang banyak digandrungi anak muda. Tren fashion ini mengacu pada pakaian, aksesoris, dan gaya rambut dari genre musik grunge. Busana ini ngetren pada 1990-an.

Istilah "grunge" berasal dari gerakan musik grunge yang muncul di Seattle pada akhir tahun 1990-an. Band yang terkenal dalam genre ini adalah Nirvana. Pentolan Nirvana, Kurt Cobain, dengan cepat menjadi idola dalam fashion grunge.

Ciri khas busana grunge sangat mencolok dengan didominasi nuansa gelap ala rocker. Mereka yang memilih fashion style dengan tema grunge, biasanya memakai kemeja flannel oversize, kaus gombrong, dan jins belel.

Salah satu penyuka fashion dengan tema grunge, Agrestin Metha Devora mengungkapkan, busana grunge membuatnya percaya diri.

Pemakainya dipastikan menjadi pusat perhatian. Alasannya, ciri khas busana ini sangat mencolok dan memikat publik.

Yang paling terlihat adalah celana jins robek robek dipadukan atasan yang memiliki style oversize.

“Beberapa orang suka memakai beanie hat. Agar fashion grunge mereka lebih trendy,” kata warga Jambangan, Kota Pasuruan ini.

Metha menyebutkan, seseorang boleh bekreasi dengan pilihan atasan yang disukai. Boleh menggunakan kemeja oversize, bisa juga kaus oversize ataupun sweater oversize. Yang perlu diperhatikan adalah pemilihan warna.

Grunge style memiliki ciri khas nuansa gelap ala rocker. karena itu, sebaiknya memilih warna yang gelap, seperti hitam, abu-abu, atau merah.

Boleh juga memilih warna pakaian yang mencolok, seperti biru atau hijau. “Namun, karena grunge itu memiliki nuansa rocker, maka warna biru atau hijau yang dipilih, ya warna yang gelap,” jelasnya.

Siswi SMAN 2 Pasuruan menyebutkan, elemen dalam busana grunge yang tidak kalah penting lainnya adalah sepatu boots atau sneakers warna gelap.

Yang perlu diperhatikan pula, celana jins yang dipilih yang memiliki tampilan lebar atau baggy dan hindari tipe skinny.

Namun, fashion grunge tetap memiliki kelemahan. Busana ini tidak bisa digunakan dalam acara formal, seperti pergi ke kantor atau menghadiri pesta pernikahan. Hanya bisa digunakan saat santai.

“Paling sering dipakai saat nongkrong bersama teman di kafe atau jalan jalan ke mal untuk berbelanja,” jelasnya.

Diakuinya, tidak semua orang bisa menerima busana grunge. Di Pasuruan sendiri, bisa dibilang sedikit. Sebab, fashion ini termasuk unik.

Hal senada diutarakan Nita Aprilia, 23. Warga Kota Pasuruan ini memakai busana grunge dalam acara kasual. Seperti menonton konser atau nongkrong dengan teman.

Alasannya, nyaman dan sesuai pribadinya. “Suka dengan busana berwarna gelap. Selain itu, saya juga suka musik aliran rock. Busana grunge itu sesuai saja kalau dipakai,” ujarnya. (riz/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#grunge style