Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Eksplorasi Interior Bertema Industrial, Bata Ekspos Bisa Jadi Fokus Ruang

Inneke Agustin • Minggu, 8 Oktober 2023 | 13:10 WIB

 

EKSPOS: Penggunaan bata ekspos desain interior bertema industrial di salah satu gedung bioskop di Kota Probolinggo. (Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
EKSPOS: Penggunaan bata ekspos desain interior bertema industrial di salah satu gedung bioskop di Kota Probolinggo. (Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
 

Dunia desain interior terus berkembang dan bertransformasi seiring berjalannya waktu. Salah satu tren yang terus populer adalah desain interior bertema industrial. Desain ini mencerminkan keindahan dan kekuatan.

 

DESAIN interior bertema industrial berasal dari penggunaan bangunan bekas pabrik, gudang, atau fasilitas industri lainnya. Tren ini muncul sekitar tahun 1950. Kala itu desain ini merebak di Eropa, dampak banyaknya pabrik tua yang ditinggalkan dan terbengkalai.

Desain ini pada awalnya adalah bentuk kreativitas dalam mengubah ruang-ruang kosong ini menjadi tempat tinggal yang unik. Mengusung konsep yang memberi kesan setengah jadi atau unfinishedi. Namun, kini dapat diterapkan pada ruang hunian maupun komersial, seperti kedai-kedai kopi, restoran, bahkan bioskop.

Alumnus Fakultas Arsitektur ITN Malang Moh. Rikzan Wagianto, 24, mengatakan, ciri khas dari desain interior bertema industrial adalah penonjolan elemen-elemen kasar dan ekspos. Hingga terkadang disebut over expose. Hal ini karena dalam desain industrial terdapat banyak bagian yang dibiarkan terlihat.

“Seperti beton, pipa saluran udara, dinding bata, ataupun logam. Tapi, tetap harus ditata, sehingga tampak rapi,” ujarnya.

Selain itu, warna-warna netral seperti abu-abu, hitam, putih, dan coklat sering digunakan untuk menciptakan tampilan yang bersih dan modern. Beberapa desainer mulai mengintegrasikan warna-warna yang lebih cerah ke dalam desain industrial. Misalnya, aksen warna seperti biru, hijau, ataupun merah. Ini dapat digunakan untuk menambah sentuhan kehidupan pada ruangan yang kasar.

“Warna coklat bisa didapat dari penggunaan bahan berdasar kayu atau bata,” kata Rikzan.

Pencahayaan di gaya industrial ini bisa didukung dengan adanya spot light. Rikzan mengatakan, penggunaan spot light akan mempertegas garis-garis ruang pada interior bergaya industrial ini.

“Industrial itu memiliki ciri khas adanya garis lurus dan struktur yang tegas. Adanya spot light di sudut ruang yang tepat dan tidak berlebihan, akan menambah kesan yang kuat untuk gaya ini,” jelasnya.

Sedangkan, untuk lantai bisa menggunakan bahan kayu sejenis parket ataupun menggunakan lantai acian. Bisa juga menggunakan bahan beton atau beton ekspos.

“Bisa menggunakan keramik. Usahakan yang berwarna monokrom dan yang matte (tidak mengkilap). Ini akan membuatnya lebih alami. Terlihat menyatu dengan konsep interiornya,” katanya. (mg/rud)

 

Perhatikan Struktur Pendukung

BATU bata seringkali digunakan sebagai bahan utama pembuatan dinding. Setelah bata disusun, biasanya akan dilapisi semen. Barulah kemudian dicat. Berbeda dengan desain industrial, bata sengaja diekspos. Hanya ditata, tanpa perlu disemen ataupun dicat.

Ekspos dinding bata dengan warna aslinya dapat menjadi titik fokus dalam ruangan. Penggunaan dinding bata ekspos dalam desain interior bertema industrial adalah menjadi salah satu ciri khas yang sangat menonjol. Ini untuk menciptakan tampilan kasar, autentik, dan mengesankan.

Ketika menggunakan dinding bata ekspos dalam desain interior, sangat penting untuk memastikan bahwa struktur pendukungnya juga memadai. Ini karena dinding bata ekspos dapat menjadi berat. Terutama jika digunakan dalam ruangan yang tinggi.

Salah seorang guru jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMKN 2 Kota Probolinggo Sandhi Aryakusuma, 26, juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, bata ekspos tak sama dengan dinding bata biasa.

“Dia ekspos tetap membutuhkan dinding bata biasa. Kemudian bagian luarnya barulah ditempel bata ekspos ini, sehingga meski bata ekspos ini sebenarnya hanya pemanis interior. Namun, tetap butuh perkuatan yaitu pada bagian dindingnya berupa balok,” katanya.

Dinding bata ekspos memerlukan pemeliharaan yang tepat untuk mempertahankan keindahannya. Ini termasuk pembersihan secara berkala dengan metode yang tepat. Serta, menghindari kerusakan permukaan bata.

“Pembersihannya tergolong mudah. Sebab, biasanya bata ekspos ini bisa dilapisi coating terlebih dahulu, sehingga lebih tahan terhadap air, sinat UV, termasuk perlindungan dari jamur. Agar tetap tampak bersih bisa menggunakan lap basah ataupun kemoceng saja. Bila bata ekspos di dalam ruangan, paling hanya berdebu. Berbeda dengan bata ekspos di luar ruangan, biasanya rawan jamur ataupun lumut,” jelasnya.

Meski sekilas tampak kuno dan terkesan suram, bila disusun dengan tepat, maka sebenarnya gaya ini mampu menghadirkan sisi modernitas, sederhana, namun tetap penuh dengan estetika. Hal ini juga yang disampaikan Alfan Budi Kurniawan, 27, tentang interior bergaya industrial di salah satu gedung bioskop di Kota Probolinggo.

“Bagus. Suasananya tampak modern. Cocok bila diaplikasikan ke gedung bioskop semacam ini,” ujar pemuda asal Kelurahan/Kecamatan Kanigaran ini. (mg/rud)

 

Editor : Ronald Fernando
#arsitektur #lifestyle