Apalagi jika sehari-hari dituntut bertemu klien baru, tentu penampilan harus selalu oke. Jika tidak, maka pandangan dari klien tersebut bisa buruk. Makanya, pepatah bilang first impression is important atau kesan pertama itu penting.
Apa kata Marinda Devi, 29, warga Perum Graha Bromo, Kota Probolinggo? Karyawan perbankan ini mengungkapkan style kantoran yang umum adalah baju berkerah, celana bahan, dan dasi bagi laki laki. Atau atasan lengan panjang dan blazer bagi perempuan.
Namun, kini banyak kantor yang tidak menerapkan standardisasi pakaian yang formal seperti itu. Seperti di tempatnya bekerja. Pakaian yang digunakan tidak harus formal. Namun tetap harus menyesuaikan aturan berpakaian yang sesuai saat di kantor.
"Istilahnya casual office style atau pakaian yang digunakan di kantor namun tidak terlalu formal. Jadi, tidak harus pakai celana bahan kain saat ke kantor. Kadang saya pakai celana jins," katanya.
Ia menyebut gaya berpakaiannya saat ke kantor lebih sering semicasual. Atau memadupadankan antara pakaian formal dengan nonformal. Misal, kemeja dipadukan dengan celana kulot. Atau kemeja batik dikenakan bersama dengan blazer.
Namun karena outfit ini dikenakan untuk ke kantor, maka sebaiknya memilih warna earth tone atau warna bumi. Seperti olive, cokelat, hijau botol, hingga abu-abu. Jika bisa, hindari warna mencolok seperti kuning atau biru. Warna terang lebih cocok digunakan untuk acara kasual.
"Walau beberapa kantor melonggarkan aturan formal, tetap kita harus mengacu pada norma kepantasan. Kalau pakaian warna pink atau biru muda lebih cocok kalau dipakai saat pergi ke kafe atau bioskop," kata Devi.
Perempuan kelahiran Kota Malang ini menyebut, saat berpakaian ke kantor, sebaiknya menyesuaikan bentuk tubuh. Misal, jika bertubuh gemuk, hindari memakai pakaian yang ketat karena akan membuat lemak di tubuhnya semakin terlihat. Sebaiknya memakai pakaian loose fit untuk menyembunyikan kesan gemuk.
Sebaliknya jika bentuk tubuh kurus maka sebaiknya menggunakan pakaian yang oversize. Atau memakai layer style atau pakaian bertumpuk. Seperti mengenakan pakaian atasan yang dipadukan dengan blazer atau coat untuk membuat tubuh penggunanya lebih berisi.
"Untuk perempuan gemuk bisa juga memilih dress yang agak oversize. Sehingga saat menempel di tubuh terlihat anggun dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh kita," kata nya.
Sering Mencontoh Influencer
Mungkin beberapa orang tidak memiliki banyak waktu untuk bersiap-siap di pagi hari. Sehingga tidak jarang pakaian yang kita kenakan terkesan jelek. Padahal dengan outfit yang simple pun, kita bisa tampil menarik asal pintar memadupadankan.
Wanita kelahiran Desember 1993 ini menerangkan agar tidak kebingungan untuk mendapatkan outfit yang oke, kita bisa meniru cara berpakaian dari influencer. Agar mix and match yang dihasilkan bisa terlihat kece, maka sebaiknya sering meminta pendapat orang lain. Sehingga saat cara berpakaian kurang bagus atau norak bisa langsung diperbaiki.
Selain itu, juga sering-sering mencari referensi fashion dari majalah atau media sosial. Apalagi di zaman sekarang, banyak influencer yang membuat konten tentang fashion melalui Instagram atau YouTube.
"Cara paling mudah ya mencontoh influencer yang kita sukai. Lihat cara dia berpakaian, bagaimana dia memadupadankan, dan kita aplikasikan dalam keseharian," sebut Devi.
Istri dari Bagus Rahmat ini menyebut, saat ingin terlihat formal, dia biasanya memilih dress terusan atau dress bermotif batik yang dipadukan dengan heels. Ini biasanya saat ia hendak bertemu klien penting atau ada acara formal di kantornya. Kesannya formal tapi stylish.
Namun jika ingin mendapatkan look casual, ia biasanya mengenakan atasan yang dipadukan dengan jaket jins dengan sneakers Atau bisa juga mengenakan flat shoes yang dipadukan dengan long dress. Namun, look kedua ini jarang ia gunakan karena flat shoes kurang menarik dibanding heels.
"Kadang saya juga suka memakai coat atau long blazer yang dipadukan dengan rok dan heels. Look ini terlihat manis dan stylish saat digunakan ke kantor," terang ibu satu anak ini. (riz/fun)