Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Makin Ngetren, Al Banjari Digemari Banyak Kalangan

Fuad Alyzen • Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:50 WIB
BERSALAWAT : Sejumlah penggemar hadrah al banjari bersalawat bersama di Pendopo Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu.
BERSALAWAT : Sejumlah penggemar hadrah al banjari bersalawat bersama di Pendopo Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Seni musik hadrah Al Banjari merupakan acuan untuk menunjukan keindahan bagi penggemar salawat. Seni ini juga bisa mengais rezeki. Bahkan, bisa menambah saudara.

Grup hadrah kini tak hanya tampil di acara selamatan sunatan dan acara nikahan semata atau pengajian. Musik hadrah ini bisa menyatukan antargrup untuk bersalawat bersama.

Juga musik hadrah tak hanya sekedar dimainkan lalu menghasilkan. Musik hadrah kini menjadi tren pada semua kalangan. Di mana-mana yayasan dan lembaga, bahkan instansi kini sudah membudayakannya.

Musik yang indah dan penuh dengan keistiqomahan serta keindahan itu, bisa membuat masyarakat bersatu padu untuk bersalawat bersama. Sampai membuat majelis ruang lingkup kota.

Seperti sekumpulan Jemaah Marhaban dari Pasuruan. Majelis atau kata lainnya komunitas ini mengumpulkan grup hadrah Al Banjari se-Kota Pasuruan. Bahkan, kota-kota tetangga juga nimbrung bersama.

Salah satunya Umar Muchammad, 25. Warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, ini merupakan jamaah majelis Marhaban Pasuruan. Ia salah satu pecinta musik hadrah al banjari. “Berangkat dari suka. Lalu, bersama teman-teman se-Pasuruan raya berkumpul,” ujarnya.

Yang lebih asyik tak hanya musiknya. Melaikan perkumpulan sesama grup hadrah Al Banjari se-Pasuruan Raya. Bahkan, dari kota-kota sebelah juga ikut bergabung berkumpul bersmaa.

Dan musik ini sudah banyak diminati banyak orang. Siapa yang tidak suka musik ini sekarang. Banyak sekali regenerasi untuk membudayakan musik yang satu ini.

Menurut Taufiqurrahman, 24, seni hadrah Al Banjari bisa menghasilkan pada momen tertentu. Misalkan, menang mengikuti festival dan undangan acara pernikahan dan lainnya.

Namun perlu diperhatikan, yang lebih asik selain menikmati musiknya adalah perkumpulan antarsesama pecinta musik hadrah Al Banjari.

Taufiq mengatakan, setiap membentuk grup hadrah Al Banjari, ia kadang mendapat bisyaroh dari ketua grup. Dan, dia membentuk bukan hanya satu. Puluhan grup dia jangkau dengan jadwal yang sudah ditentukannya. Jadi, aktivitas sehari-harinya melatih Al Banjari.

“Saya mengajar dan membentuk bukan kerena butuh uang. Namun, saya diundang oleh ketua grup. Hingga di pesantren juga. Mereka regenerasi sangat semangat. Saya suka,” ujar warga Kabupaten Probolinggo.

Hal serupa juga dialami, Sukarman, 40. Ketua grup Al Iqrom asal Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolingg, ini mengatakan, dalam grupnya, pihaknya membentuk dua seni hadrah Al Banjari berbeda. Yaitu, hadrah al banjari clasic dan hadrah al banjari kontemporer dengan jamaah yang sama. “Bukan karena apa. Yang lebih penting perkumpulannya,” katanya.

Apalagi di momen bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dan hari-hari besar lainnya. Di sanalah momen biasa para pecinta hadrah berkumpul. Karena selalu mendapat job.

Namun, setiap mendapat bisyaroh, biasanya setiap grup membagi rata hasilnya. Sisanya bisa untuk uang kas grup hadrah. “ika sudah terkumpul banyak, uang kas itu bisa digunakan untuk membeli seragam dan memperbarui alat banjari,” katanya. Grup yang sudah ada puluhan tahun ini, kini semakin digeluti semua kalangan. (zen/rud)

Editor : Ronald Fernando
#Islami #musik religi #albanjari