UPAYA memperkuat budaya integritas di lingkungan Pemkab Probolinggo terus dilakukan melalui edukasi langsung ke perangkat daerah dan kecamatan. Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo bersama Forum Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) resmi menuntaskan roadshow edukasi antikorupsi bertajuk “Integrity Day 2026” pada Kamis (10/9).
Tuntasnya roadshow itu sekaligus mengakhiri rangkaian kunjungan yang menyasar 52 titik perangkat daerah dan kecamatan di seluruh lingkungan Pemkab Probolinggo. Agenda terakhir digelar di tiga instansi, yakni Sekretariat DPRD, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Kecamatan Kuripan.
Program dengan strategi “jemput bola” ini dilaksanakan rutin setiap Kamis sejak putaran pertama pada 7 Mei 2026. Selama empat bulan, Inspektorat Daerah dan PAKSI turun langsung memberikan edukasi mengenai pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih.
Inspektur Daerah Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi, S.P., M.M. menegaskan, berakhirnya roadshow bukan menjadi garis akhir. Sebaliknya, rangkaian kegiatan tersebut menjadi tonggak untuk terus memperkokoh budaya kerja yang bersih di lingkungan pemerintahan.
“Kami sengaja turun langsung menjemput bola ke 52 titik instansi dan kecamatan. Tujuannya untuk memperluas pemahaman aparatur mengenai batasan gratifikasi dan mendorong mereka agar tidak ragu menggunakan Whistleblowing System (WBS) apabila menemukan indikasi penyimpangan. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah konkret perbaikan tata kelola,” tegas Imron saat dikonfirmasi, Kamis (10/9).
Dalam setiap kunjungan, terdapat tiga materi utama yang diberikan. Pertama, pemaparan evaluasi hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025. Kedua, penguatan pemahaman mengenai batasan dan aturan gratifikasi melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG). Ketiga, sosialisasi jaminan keamanan pelaporan pelanggaran melalui saluran Whistleblowing System (WBS).
Khusus di tingkat kecamatan, sasaran edukasi diperluas. Selain aparatur kecamatan, kegiatan melibatkan pemerintah desa, koordinator wilayah bidang pendidikan, tenaga puskesmas, serta jajaran unit pelaksana teknis (UPT) setempat. Langkah ini dilakukan agar kesadaran antikorupsi menjangkau unit pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Integrity Day menjadi salah satu pilar media on ground activation dalam Kampanye Pariwara Antikorupsi Kabupaten Probolinggo Tahun 2026. Untuk memperluas jangkauan, personel Inspektorat dan PAKSI dibagi menjadi tiga tim pelaksana.
Kampanye tersebut juga melibatkan masyarakat melalui Lomba Avatar Antikorupsi, Lomba Jingle Antikorupsi tingkat pelajar, Lomba Video Antikorupsi kategori umum, serta Lomba Mural “Canvas Kejujuran”. Mural akan diterapkan pada dinding Stadion Gelora Merdeka Kraksaan sebagai ruang ekspresi dan kritik sosial positif.
Sektor swasta juga dilibatkan melalui penganugerahan Corporate Social Integrity (CSI). Ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan yang konsisten menerapkan tata kelola bersih dan mendukung pencegahan korupsi.
Seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada Surat Edaran Bupati Probolinggo Nomor 700/755/426.70/2026 dengan tema “Wujudkan Probolinggo SAE: Berani Jujur untuk Sejahtera dan Amanah” dan slogan “Gak Jujur, Gak SAE!”.
Sebagai puncak kegiatan, Pemkab Probolinggo akan menggelar Probolinggo Anti-Corruption Fest 2026 pada 12 September 2026 di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Acara tersebut menghadirkan Integrity Run, Bazar Layanan Publik, Bazar UMKM, serta wahana permainan interaktif edukatif.
Menyambut puncak kegiatan tersebut, Imron kembali menggarisbawahi pentingnya kolaborasi seluruh elemen. Sehingga komitmen “Gak Jujur, Gak SAE!” benar-benar mengakar di Probolinggo. (*)
Editor : Fahreza Nuraga