Desa Guyangan, Kecamatan Krucil memiliki potensi wisata alam yang tersebar di sejumlah dusun. Tak hanya air terjun, desa ini juga mengembangkan konsep wisata tematik dengan ciri khas berbeda di setiap dusun. Konsep yang diusung yakni one village, one destination.
DI Dusun Timur misalnya, disiapkan rest area sebagai titik kumpul wisatawan, sekaligus area camping ground dan campervan. Dusun Jaran Goyang mengandalkan Air Terjun Jaran Goyang dan Taman 99. Sementara Dusun Duren memiliki Air Terjun Watu Lesung. Ada pula Air Terjun Dewi Rengganis dan Air Terjun Watu Rantai yang menambah pilihan wisata alam di desa tersebut.
“Setiap dusun punya ciri khas dan tujuan wisata sendiri. Jadi, wisatawan yang datang tidak hanya berhenti di satu lokasi, tetapi bisa menikmati berbagai potensi yang ada di Guyangan,” kata Kepala Desa Guyangan Hasyim, S.Pd.I.
Konsep dusun tematik juga dikembangkan di Dusun Krajan melalui kampung alpukat. Setiap rumah diarahkan memiliki pohon alpukat. Dusun Kramat mengembangkan pertanian terpadu melalui Poktan Idaman 8, meliputi perikanan nila dan lele, peternakan kambing, serta pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.
Dusun Leduk diarahkan menjadi kampung rempah dengan komoditas unggulan lada dan kopi. Sedangkan Dusun Lebbe dikenal sebagai kampung durian. Warga memiliki pohon durian dengan beragam varian, termasuk durian khas Guyangan. Festival durian rutin digelar setiap tahun saat panen raya durian di Taman 99.
Di Dusun Gligir, terdapat Air Terjun Watu Rantai dan situs Batu Betapan yang dipercaya sebagai petilasan Bujuk Kusno, tokoh yang disebut sebagai babat alas Desa Guyangan. Kata Kades Hasyim, seluruh potensi tersebut masih menghadapi persoalan utama berupa akses jalan menuju lokasi wisata.
“Banyak pengunjung datang ke Guyangan, tetapi tidak sampai ke lokasi yang dituju. Mereka terkadang balik di tengah jalan karena aksesnya,” ujar Hasyim.
Karenanya, pembenahan jalan dinilai penting agar potensi wisata berdampak terhadap ekonomi warga. “Salah satu cara mengangkat ekonomi masyarakat adalah dengan infrastruktur jalan yang layak. Kalau wisata berkembang, perekonomian masyarakat dan pembangunan desa juga ikut terdongkrak,” pungkasnya.
Bangun Jalan Rabat–Impikan Balai Desa Representatif
PEMBENAHAN akses jalan menjadi kebutuhan penting bagi Desa Guyangan. Selain untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga, jalan yang layak dinilai menjadi kunci membuka akses menggerakkan perekonomian masyarakat.
Upaya perbaikan dilakukan secara bertahap. Salah satunya melalui pembangunan rabat beton di Dusun Krajan RT 7/RW 4 sepanjang 180 meter dengan lebar 1,5 meter. Pembangunan juga dilakukan di Dusun Jaran Goyang sepanjang 100 meter dengan lebar 2 meter melalui program padat karya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo.
Program tersebut sekaligus memberikan kesempatan kerja sementara bagi warga. Selain membantu pembangunan infrastruktur, padat karya juga untuk menambah pendapatan keluarga dan menekan angka pengangguran terbuka melalui kegiatan produktif berbasis masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemdes Guyangan juga menyalurkan BLT Dana Desa kepada delapan keluarga penerima manfaat (KPM).
“Pembenahan akses jalan sangat kami harapkan karena ini menjadi kebutuhan utama untuk mengangkat perekonomian warga. Guyangan memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, terutama sektor wisata,” kata Kepala Desa Guyangan Hasyim,.
Di tengah upaya memperbaiki infrastruktur desa, Pemerintah Desa Guyangan masih menghadapi persoalan fasilitas pelayanan. Kantor desa yang selama ini menjadi pusat pelayanan masyarakat kini dalam kondisi rusak berat dan tidak dapat digunakan.
Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas pemerintahan desa, terutama pelayanan administrasi kepada masyarakat. Pemdes Guyangan harus menyesuaikan kegiatan pelayanan dengan keterbatasan fasilitas yang tersedia.
Kades Guyangan Hasyim berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membantu pembangunan kembali kantor desa yang representatif dan layak. “Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Semoga Kantor Desa Guyangan segera dibangun oleh pemerintah daerah dan menjadi kebanggaan sekaligus identitas pemerintahan desa,” harapnya. (dik/fun/*)
Editor : Abdul Wahid