JALAN rusak tak hanya mengganggu mobilitas warga. Namun juga berkaitan dengan aktivitas pendidikan, kegiatan keagamaan, hingga konektivitas antarwilayah. Karena itu, Pemerintah Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, sangat memperhatikan kondisi jalan di desanya.
Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas Pemerintah Desa Kregenan. Salah satunya yang digarap tahun ini ada pavingisasi jalan di Dusun Krajan RT 1/RW 2. Jalan sepanjang 130 meter dengan lebar 2,5 meter itu, sebelumnya rusak parah.
Perbaikan diharapkan membuat aktivitas warga lebih nyaman, sekaligus memperlancar akses menuju sejumlah fasilitas penting. Jalan ini bukan hanya jalur permukiman, namun juga menjadi akses menuju lembaga pendidikan, pondok pesantren, sekaligus jalur antardesa.
“Jalan ini rusak parah dan kurang nyaman dilalui. Karena itu, kami prioritaskan perbaikannya. Terlebih jalan ini juga menjadi akses pendidikan, pondok pesantren, dan menuju desa tetangga,” ujar Kepala Desa Kregenan Abd. Rahman.
Perbaikan juga menyentuh fasilitas pelayanan pemerintahan desa. Balai desa mendapat pemeliharaan berupa pengecatan, pemasangan plafon, keramik dinding, serta penggantian genting yang bocor. Semuanya dilakukan karena kondisi sejumlah bagian bangunan sudah tidak layak.
Di sektor perlindungan sosial, pemerintah desa juga merealisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bagi 10 keluarga penerima manfaat (KPM) kategori kemiskinan ekstrem. Serta, satu unit rumah tidak layak huni (RTLH) untuk Bahrul Ulum, warga Dusun Masjid RT 1/RW 3.
Pelayanan kesehatan diperkuat melalui Posyandu dengan dukungan anggaran Rp 78 juta. Anggaran ini mencakup honor 22 kader yang tersebar di 10 dusun dan pemberian makanan tambahan untuk 157 warga lanjut usia (lansia). Serta, iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi kader Posyandu.
“Dengan efisiensi anggaran, kami mengutamakan pembangunan skala prioritas sesuai hasil musyawarah dusun karena warga sendiri yang paling mengetahui kebutuhan mana yang harus didahulukan,” jelas Rahman. (dik/rud/*)
Bentengi Generasi Muda melalui Kegiatan Keagamaan
MEMBANGUN desa tidak selalu harus dimulai dari proyek fisik. Pemerintah Desa Kregenan memilih memperkuat potensi ekonomi sekaligus membangun kegiatan sosial masyarakat sebagai investasi jangka panjang.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan desa tematik melalui penanaman pohon kelengkeng. Pada 2025, sebanyak 1.000 bibit kelengkeng dibagikan kepada warga. Program ini diarahkan agar masyarakat ikut memiliki dan merawat potensi tanaman produktif di lingkungan tempat tinggalnya.
Penguatan ekonomi juga dilakukan melalui BUMDes Lancar Jaya. Badan usaha desa ini bergerak dalam kegiatan simpan pinjam dan penyediaan alat tulis kantor (ATK). Sementara di sektor ketahanan pangan, desa menjalankan program penggemukan sapi dengan penyertaan modal Rp 4,5 juta untuk kebutuhan pakan dan obat ternak.
Hasilnya, dimanfaatkan untuk menyewa lahan pertanian seluas 3.000 meter persegi serta ditanami padi dan jagung. “Harapannya, pengelolaan ini bisa lebih baik. Jadi bukan hanya menghasilkan kegiatan ekonomi, tetapi ke depan juga bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa,” harap Kepala Desa Kregenan Abd. Rahman.
Pembangunan ekonomi juga perlu berjalan beriringan dengan pembinaan masyarakat. Terutama generasi muda. Karena itu, ia menggagas kegiatan khotmil Quran keliling yang digelar bergantian di setiap dusun. Kegiatan ini telah berjalan sejak dua tahun lalu dan dipimpin langsung oleh kepala desa.
“Selain menjadi sarana silaturahmi, kegiatan itu menjadi ruang bagi para remaja untuk berkumpul dan melakukan aktivitas yang lebih positif,” ujar Rahman.
Menurutnya, kegiatan tersebut turut membantu mengurangi aktivitas negatif di kalangan anak muda, sekaligus menjaga keamanan lingkungan. “Kami ingin anak-anak muda memiliki kegiatan yang positif. Dengan berkumpul dalam kegiatan keagamaan, mereka bisa saling mengenal, bersilaturahmi, dan mengurangi kegiatan yang tidak bermanfaat,” jelasnya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Pavingisasi Jalan Dusun Krajan RT 1/RW 2
· Pemeliharaan kantor desa
· Menyalurkan BLT DD kepada 10 KPM
· Membangun 1 unit RTLH
Editor : Fahreza Nuraga