KRAKSAAN, Radar Bromo - Target membawa Kabupaten Probolinggo menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur menjadi pekerjaan rumah pertama yang harus dijawab Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo terpilih, Reno Handoyo.
Tantangan itu disampaikan langsung Bupati Probolinggo Mohammad Haris, yang menginginkan olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi. Tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.
Reno, yang terpilih secara aklamasi untuk memimpin KONI Kabupaten Probolinggo periode 2026–2030, menyatakan siap menerima target tersebut. Menurut dia, pencapaian prestasi tidak mungkin diraih tanpa kerja bersama seluruh cabang olahraga, pelatih, dan atlet.
"Kami terima tantangan itu. Dengan kerukunan bersama teman-teman, kita akan bekerja keras. Kita akan memotivasi semua atlet, semua pelatih, seluruh pengurus cabang olahraga. Kami akan datang ke base camp masing-masing untuk memberi semangat dan memastikan mereka mendapatkan dukungan," kata Reno.
Ia mengakui persoalan utama yang dihadapi banyak cabang olahraga hingga kini masih berkutat pada keterbatasan sarana latihan dan pembinaan atlet. Karena itu, KONI tidak akan hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno mengatakan akan membangun kemitraan dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Skema yang disiapkan adalah menghadirkan "bapak asuh" bagi setiap cabang olahraga sehingga pembinaan atlet memiliki dukungan yang lebih berkelanjutan.
"Ke depan kami akan merangkul CSR yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kami juga akan mengajak para investor dan perusahaan agar setiap cabang olahraga memiliki bapak asuh. Dengan begitu, pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah," ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Mohammad Haris menilai target masuk 10 besar Porprov bukan sekadar ambisi. Menurut dia, target tinggi diperlukan untuk membangun semangat dan mengubah pola pembinaan olahraga di Kabupaten Probolinggo.
"Boleh dong target kami tinggi. Itu menjadi penyemangat untuk berusaha. Bismillah, semoga 10 besar bisa menjadi target bagi kita," kata Haris.
Namun, Haris mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan KONI tidak berhenti pada perolehan medali. Ia ingin setiap agenda olahraga mampu memberi dampak ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Probolinggo.
Konsep itu, menurut Haris, merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah yang menggabungkan pengembangan alam, budaya, dan olahraga.
"Kami tidak hanya bicara prestasi. Kami punya konsep sport tourism, di mana cabang olahraga dikombinasikan dengan destinasi wisata. Harapannya, setiap ada event olahraga, dampaknya terasa bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Probolinggo," ujarnya.
Kabupaten Probolinggo, lanjut Haris, memiliki bentang alam yang dapat dimanfaatkan sebagai arena olahraga, mulai dari pantai, danau, sungai, air terjun hingga kawasan pegunungan. Potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendatangkan wisatawan maupun menggerakkan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah pun menargetkan berbagai agenda olahraga ke depan diselenggarakan di kawasan-kawasan wisata. Langkah itu merupakan bagian dari konsep Nature, Culture and Sport Tourism yang sedang dikembangkan, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai agenda olahraga di kawasan Bromo, danau, hingga pantai.
Reno menyatakan konsep tersebut akan menjadi salah satu arah kebijakan KONI di bawah kepemimpinannya. Menurut dia, penyelenggaraan kejuaraan di kawasan wisata tidak hanya mendukung promosi destinasi, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Semua kegiatan nanti akan kita arahkan agar terhubung dengan destinasi wisata. Kalau pun tidak tepat di lokasi wisata, minimal di kawasan sekitarnya sehingga memberikan dampak terhadap pariwisata dan perputaran ekonomi masyarakat," katanya.
Bagi Reno, tantangan masuk 10 besar Porprov bukan hanya soal mengejar peringkat. Target itu akan menjadi tolok ukur apakah pembinaan olahraga di Kabupaten Probolinggo mampu bertransformasi menjadi sistem yang lebih profesional, didukung pembiayaan yang lebih luas, sekaligus memberi nilai tambah bagi pembangunan daerah. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid