Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiga Warung Semipermanen di Segaran Tiris Terbakar, Api Diduga Akibat Korsleting dari Warung Nasi

Achmad Arianto • Jumat, 17 Juli 2026 | 06:00 WIB
SISA PUING: Tiga warung semipermanen yang di Dusun Gudang, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, yang hangus dilalap api, Kamis (16/7) dini hari. (Foto : Istimewa)
SISA PUING: Tiga warung semipermanen yang di Dusun Gudang, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, yang hangus dilalap api, Kamis (16/7) dini hari. (Foto : Istimewa)

 

TIRIS, Radar Bromo-Ketenangan warga Dusun Gudang, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, mendadak berubah, Kamis (16/7) dini hari. Ini menyusul tiga warung semipermanen hangus dilalap api.

Tidak ada korban dalam insiden ini. Namun pemilik warung mengalami kerugian materil ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, kebakaran ini terjadi sekitar pukul 00.30. Bermula saat warga setempat melintas dekat lokasi tanpa sengaja melihat api berkobar dari sebuah warung milik Lia, 40, warga Dusun Krajan, Desa Segaran, Kecamatan Tiris. Warung ini biasa menjual nasi.

Karena konstruksi warung semipermanen yang mayoritas berupa kayu dan bamboo, api dengan cepat merembet ke dua warung lainnya.

Yakni warung yang menjual gorengan milik Ajis, 50, dan warung kosong milik Tono, 40. Keduanya juga berstatus warga Dusun Krajan, Desa Segaran, Kecamatan Tiris.

Setelah melihat api, warga secara spontan bergotong royong memadamkan api. Sayangnya api sulit untuk dipadamkan. Akhirnya warga menghubungi pemadam kebakaran Kabupaten Probolinggo.

“Kebakaran diketahui warga saat api sudah membesar. Kemudian merembet dari warung sisi utara ke selatan,” kata Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.

Pemadam kebakaran yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Sesampainya di tempat kejadian kebakaran petugas langsung melakukan upaya pemadaman.

Petugas melakukan penyemprotan pada pusat kobaran api. Kemudian dilanjutkan dengan pendinginan. Hingga api bisa dipadamkan.

“Setelah mendapatkan laporan petugas langsung melakukan percepatan pemadaman. Upaya pemadaman hanya membutuhkan waktu 30 menit,” tuturnya.

Andrea menjelaskan, dari keterangan yang berhasil dihimpun, diduga kebakaran terjadi karena korsleting arus listrik yang berasal dari warung Lia.

Kemudian merembet ke warung lainnya. Akibat insiden tersebut pemilik warung mengalami kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun pemilik warung mengalami kerugian materiil,” bebernya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
konsleting damkar kebakaran warung terbakar