Pemerintah Desa Besuk Kidul, Kecamatan Besuk, tak pernah berhenti meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Satu tujuannya, program pembangunan dan pemberdayaan harus berorientasi pada kebutuhan warga. Salah satu upaya yang saat ini menjadi perhatian adalah rehabilitasi gedung pelayanan kantor desa yang diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat.
PENJABAT (Pj) Kepala Desa Besuk Kidul, Mistahul Munir, mengatakan bahwa rehabilitasi kantor desa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, kantor desa sebagai pusat pelayanan masyarakat harus memiliki fasilitas yang memadai agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada warga dapat berjalan lebih efektif.
“Rehabilitasi pelayanan kantor desa dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Kami ingin warga merasa nyaman ketika mengurus berbagai kebutuhan administrasi di kantor desa,” ujar Mistahul Munir.
Ia menjelaskan, pembangunan dan pembenahan fasilitas pelayanan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan. Tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih representatif, sehingga aparatur desa dapat bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat.
Selain peningkatan pelayanan publik, Pemerintah Desa (Pemdes) Besuk Kidul juga terus mendorong penguatan kelembagaan ekonomi desa. Salah satu program yang telah berhasil direalisasikan adalah pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini telah mencapai 100 persen.
“Pembangunan KDMP sudah selesai 100 persen. Kami berharap keberadaan koperasi ini dapat menjadi salah satu sarana penguatan ekonomi masyarakat dan mendukung berbagai kegiatan usaha produktif warga desa,” kata Mistahul Munir.
Keberadaan KDMP diharapkan menjadi wadah yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha, peningkatan akses permodalan, serta memperluas peluang kerja dan usaha di tingkat desa. Langkah ini sejalan dengan semangat pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan.
Pemdes Besuk Kidul meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan kelembagaan ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat, berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan desa.
Mistahul Munir menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Pemerintah desa akan terus berkomitmen membangun Besuk Kidul agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
BUMDes Kembangkan Peternakan Sapi
PEMERINTAH Desa Besuk Kidul juga berupaya memperkuat perekonomian masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang produktif dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan unit usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangun Pertiwi yang mendapat dukungan penyertaan modal untuk pengembangan sektor peternakan.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Besuk Kidul, Mistahul Munir, menjelaskan bahwa BUMDes Bangun Pertiwi saat ini mendapatkan penyertaan modal sebesar 20 persen. Modal ini dimanfaatkan untuk pengadaan empat ekor sapi beserta pembangunan kandang sebagai sarana pendukung usaha.
“Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi desa dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mistahul Munir.
Menurutnya, pengembangan usaha peternakan melalui BUMDes merupakan salah satu strategi pemerintah desa dalam menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan aset desa, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga sekitar.
Keberadaan BUMDes menjadi instrumen penting dalam pembangunan desa karena mampu mengelola potensi lokal secara produktif.
Dengan dukungan penyertaan modal yang tepat sasaran, BUMDes Bangun Pertiwi diharapkan semakin berkembang dan mampu berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Besuk Kidul.
Selain fokus pada penguatan ekonomi desa, Pemdes Besuk Kidul juga tetap memperhatikan aspek perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada warga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Mistahul Munir menyampaikan bahwa pada tahun ini BLT Dana Desa disalurkan kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah melalui proses verifikasi dan penetapan sesuai ketentuan yang berlaku. “BLT Dana Desa diberikan kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang membutuhkan agar dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” katanya.
Program BLT Dana Desa dinilai memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga yang masuk kategori rentan secara ekonomi. Pemerintah desa berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Melalui kombinasi program pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial, Pemerintah Desa Besuk Kidul berupaya menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pengembangan BUMDes melalui usaha peternakan sapi menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi desa, sementara penyaluran BLT Dana Desa menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
“Pembangunan desa harus berjalan seimbang antara peningkatan ekonomi dan kepedulian sosial. Dengan semangat gotong royong dan dukungan masyarakat, kami optimistis Desa Besuk Kidul akan terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga,” tutup Mistahul Munir. (mu/fun/*)
Editor : Moch Vikry Romadhoni