Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ditinggal Jumatan, Dua Toko di Pantura Paiton Probolinggo Ludes Terbakar

Agus Faiz Musleh • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:26 WIB

 

Petugas damkar saat berupaya melakukan proses pemadaman di toko yang terbakar di Paiton, Kabupaten Probolinggo (10/7). (Istimewa)
Petugas damkar saat berupaya melakukan proses pemadaman di toko yang terbakar di Paiton, Kabupaten Probolinggo (10/7). (Istimewa)

 

PAITON, Radar Bromo – Kebakaran hebat terjadi di tepi Jalur Pantura, Dusun Krajan RT 09/RW 03, Desa/Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Jumat (10/7) pukul 12.00, dua bangunan toko terbakar.

Dua toko itu masing-masing toko ban dan toko kelontong yang dikenal warga sebagai UD Berlian. Posisi berdempetan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, petugas Damkar Kabupaten Probolinggo memperkirakan kerugian material sekitar Rp 300 juta.

Kebakaran terjadi menjelang salat Jumat. Luis Kusno, 59, pemilik toko, warga Desa/ Kecamatan Paiton, sedang tidak ada di lokasi karena salat Jumat.

Saat itu, Sofi, 31, salah satu pekerja toko kelontong melihat percikan api dari bagian atas bangunan. Dalam hitungan menit, api membesar dan menyambar barang-barang yang berada di toko.

"Dua toko sedang buka. Saya sendiri heran, kenapa ada percikan api padahal listriknya padam. Api langsung menyebar cepat ke bahan-bahan di dalam," ujar Sofi di lokasi kejadian.

Baca Juga: Pengaspalan Matikan II Paiton-Probolinggo Tunggu Beton Kuat

Menurutnya, di dalam toko terdapat berbagai material yang mudah terbakar. Seperti ban kendaraan, perlengkapan toko, hingga tabung gas elpiji. Kondisi itu membuat api cepat membesar, pemadaman manual oleh warga sekitar tidak berhasil dilakukan.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kobaran api pertama kali terlihat di area panel listrik di bagian atas toko ban. Api kemudian merembet ke seluruh bangunan berukuran sekitar 6 x 21 meter. Asap hitam pekat membumbung tinggi hingga menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di Jalur Pantura.

Kapolsek Paiton AKP Riyono membenarkan kejadian tersebut. Polisi bersama petugas pemadam kebakaran langsung mengamankan lokasi dan melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain.

Menurut Riyono, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek atau korsleting. Namun penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya," kata AKP Riyono.

Personel Damkar Kabupaten Probolinggo Adi Susanto menjelaskan, laporan kebakaran diterima pukul 12.10. Saat itu juga, petugas langsung ke lokasi.

Hasil pendataan sementara menunjukkan sumber api diduga berasal dari korsleting kabel panel listrik yang mengalir menuju instalasi AC. Selanjutnya, api merembet ke ban, tabung elpiji, dan material mudah terbakar lainnya hingga membakar seluruh bangunan.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Terdiri atas dua unit milik Damkar Kabupaten Probolinggo dan satu unit milik PLN Nusantara Power Paiton.

Proses penanganan juga melibatkan personel Polsek Paiton, Koramil Paiton, Kecamatan Paiton, dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Probolinggo.

Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian dan dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 13.19. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun sebagian besar isi bangunan tidak sempat diselamatkan.

Pemilik toko Luis baru tiba di lokasi setelah salat Jumat dan menyaksikan proses pemadaman. Namun dia syok dan enggan diwawancari.

Akibat kejadian tersebut, bangunan dua toko rusak berat. Hampir seluruh isinya ludes terbakar. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta,” terang Adi. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kebakaran #terbakar #pantura #paiton #probolinggo