Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengerjaan Jembatan Pajarakan Dimulai Bulan Agustus, Pemkab Minta Jembatan Sementara Didahulukan, Catat Ini Jadwal Action Plannya

Agus Faiz Musleh • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB
PADAT: Kendaraan yang melintas di Jembatan Pajarakan saat pagi hari. Jembatan penghubung jalur nasional itu akan dibongkar dan diperbaiki total. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
PADAT: Kendaraan yang melintas di Jembatan Pajarakan saat pagi hari. Jembatan penghubung jalur nasional itu akan dibongkar dan diperbaiki total. (Dokumen Radar Bromo)

KRAKSAAN, Radar Bromo - Rencana rehabilitasi Jembatan Pajarakan di jalur nasional Surabaya-Banyuwangi diperkirakan mulai dikerjakan awal Agustus 2026. Sebelum pekerjaan dimulai, Pemkab Probolinggo meminta pemerintah pusat memastikan akses masyarakat tidak terputus melalui pembangunan jembatan sementara atau bailey bridge.

Permintaan itu mengemuka dalam pembahasan rencana rehabilitasi Jembatan Pajarakan. Selain pembangunan jembatan sementara, pemerintah daerah juga mengusulkan agar ruas Tol Kraksaan difungsikan kembali selama masa pekerjaan untuk mengurangi kemacetan di jalur pantura.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi mengatakan, rehabilitasi jembatan merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum yang diperkirakan berlangsung sekitar dua setengah bulan. Menurut dia, pekerjaan konstruksi harus diiringi dengan langkah mitigasi agar aktivitas masyarakat dan distribusi barang tidak terganggu.

"Perbaikan Jembatan Pajarakan memang sudah menjadi program Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Insyaallah akan mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 selama sekitar dua setengah bulan. Karena itu, selain proses pembangunannya, kita juga harus memikirkan mitigasi agar arus lalu lintas tetap bisa dimanfaatkan masyarakat," kata Sjaiful.

Pemkab, kata Sjaiful, telah mengusulkan percepatan koordinasi dengan pengelola jalan tol agar ruas Tol Kraksaan dapat dimanfaatkan kembali selama rehabilitasi berlangsung. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan Bailey Bridge di sisi selatan jembatan.

Menurut dia, pembangunan jembatan sementara perlu menjadi prioritas karena masih membutuhkan persetujuan penggunaan lahan milik PT Kereta Api Indonesia.

"Kami mendorong agar Kementerian PU dan pihak pelaksana proyek melakukan koordinasi di tingkat pusat dengan PT KAI sehingga penggunaan lahan untuk pembangunan jembatan Bailey bisa segera disepakati. Harapan kami, pembangunan jembatan sementara dilakukan lebih dulu atau setidaknya berjalan bersamaan dengan pembongkaran jembatan utama," ujarnya.

Pemkab juga mengingatkan agar jalan desa dan jalan kabupaten tidak dijadikan jalur utama pengalihan arus. Sebab, infrastruktur tersebut tidak dirancang menahan beban kendaraan berat dan berisiko mengalami kerusakan lebih cepat.

"Kami ingin meminimalkan penggunaan jalan desa maupun jalan kabupaten sebagai jalur alternatif karena berpotensi merusak infrastruktur. Kendaraan berat sebaiknya dialihkan melalui jalur Lumajang, sedangkan jembatan bailey nantinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil dengan kapasitas maksimal sekitar 8 hingga 10 ton," kata Sjaiful.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jawa Timur, Wahyu Wibowo, mengatakan usulan pembangunan jembatan sementara masih akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak. Pemerintah, menurut dia, berupaya agar akses masyarakat tetap tersedia selama rehabilitasi berlangsung.

"Terkait Jembatan Pajarakan, memang ada permintaan agar akses masyarakat sekitar tetap tersedia. Kami akan berkoordinasi dengan pimpinan dan pihak terkait mengenai kemungkinan pembangunan jembatan Bailey di sisi selatan, sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas meskipun ada sedikit keterbatasan selama proses pekerjaan berlangsung," katanya.

Wibowo menjelaskan pekerjaan yang dilakukan merupakan rehabilitasi sehingga tidak mengubah dimensi utama jembatan. Struktur rangka baja dan lantai beton tetap dipertahankan.

"Konstruksinya tetap menggunakan rangka baja dengan bagian atas berupa beton. Ini merupakan pekerjaan rehabilitasi atau perbaikan, sehingga dimensi utama jembatan tetap sama dan tidak mengalami perubahan," ujarnya.

Rencana rehabilitasi Jembatan Pajarakan menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu ruas utama penghubung wilayah timur Pulau Jawa.

Tanpa rekayasa lalu lintas dan penyediaan jalur alternatif yang memadai, pekerjaan konstruksi berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di koridor pantura. (mu/fun)

 

Jadwal Rencana Perbaikan Jembatan Pajarakan

1 Agustus
Pemasangan rambu-rambu lalu lintas pengalihan jalan

6 Agustus
Galian Cold Milling Machine (CMM) jembatan

8 Agustus
Pembongkaran pelat lantai jembatan+bondek

15 Agustus
Pembongkaran dan pemasangan komponen baja yang akan diganti

14 September
Pemasangan pelat bondek

17 September
Pengecoran pelat lantai jembatan

19 September
Umur beton pelat beton 28 hari

18 Oktober
Lapis perekat_AC-WC

20 Oktober
Ekspantion joint

22 Oktober
Open Traffic

Editor : Abdul Wahid
#kementerian pekerjaan umum #jalur pantura #jembatan pajarakan