DRINGU, Radar Bromo - Masuknya musim kemarau kewaspadaan terhadap potensi kebakaran terus ditingkatkan. Pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Probolinggo mulai mewaspadai 4 wilayah berpotensi terjadi kebakaran lahan dekat pemukiman.
Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Nonkebakaran Satpol PP Andrea Persaulian mengatakan, kebakaran lahan dekat pemukiman berpotensi terjadi saat masuk musim kemarau.
Kondisi demikian dipicu oleh curah hujan yang mulai berkurang. Akibatnya membuat suhu udara semakin meningkat.
Dalam jangka panjang lingkungan sekitar menjadi lebih kering. Begitu juga lahan atau tempat terbuka yang didominasi oleh rumput maupun ilalang dapat dengan mudah kering.
Maka potensi kebakaran pun mudah terjadi. Kondisi demikian diperparah dengan angin kencang sehingga patut untuk diwaspadai.
“Kebakaran lahan dekat pemukiman berpotensi terjadi. Kewaspadaan perlu ditingkatkan agar tidak berujung bencana,” katanya.
Insiden kebakaran lahan berpotensi terjadi di semua tempat. Hal ini dapat terjadi jika ada sumber api yang sengaja dinyalakan oleh seseorang yang membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja tanpa diawasi.
Kebakaran juga dapat terjadi karena ketidaksengajaan membuang puntung rokok yang masih menyala.
Apabila angin berhembus dengan kencang. Kondisi demikian akan menjadi fatal. Api dapat dengan mudah, sehingga api membesar dan merembet ke wilayah kering lainnya.
Sejauh ini Damkar Kabupaten Probolinggo mewaspadai 4 wilayah rawan kebakaran lahan. Wilayah tersebut diantaranya Kecamatan Pajarakan, Gending, Dringu, dan Tegalsiwalan. Wilayah ini diwaspadai karena menjadi wilayah hembusan angin gending yang dikenal cukup kencang.
Setiap tahunnya selalu ada laporan lahan terbakar di wilayah tersebut. Karena itulah hingga saat ini wilayah tersebut masih terus diwaspadai.
“Kewaspadaan yang dilakukan berdasarkan insiden yang pernah terjadi. Sehingga perlu mitigasi sekaligus upaya percepatan penanganan yang dilakukan saat kebakaran terjadi,” ungkapnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid