PAITON, Radar Bromo - Rehabilitasi jembatan Matikan II di ruas jalan pantura Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton dipercepat. Kini pengerjaan fisik telah dilakukan pada jalur sisi sebelah selatan. Sementara jalur sisi sebelah utara sudah bisa dilewati sementara oleh kendaraan.
Pelaksana lapangan rehabilitasi jembatan Matikan II Muhammad Arif mengatakan, pengerjaan rehabilitasi dilaksanakan lebih cepat dari rencana yang telah disusun.
Setelah pengecoran jalan sisi utara selesai, pekerja kemudian melakukan pengujian kekuatan beton jalan.
Sebab ruas jalan nantinya akan dilintasi kendaraan. Sehingga perlu dipastikan kekuatan dan keamanannya. Hasilnya, ruas jalan sisi sebelah utara sudah memenuhi syarat untuk dilintasi kendaraan.
“Sudah dilakukan pengujian kekuatan beton. Rupanya sudah bisa dilintasi oleh kendaraan. Sebelumnya kami merencanakan pindah jalur Sabtu (4/7) mendatang. Tetapi bisa maju Rabu (1/7) kemarin,” katanya.
Saat ini pekerja di lapangan telah melaksanakan pengerukan lapisan permukaan aspal sisi sebelah selatan.
Pengerukan tersebut dilakukan sampai batas beton bawah lapisan aspal jembatan yang memiliki bentang panjang 15 meter dan lebar 7 meter tersebut.
Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengecoran ulang sehingga permukaan jembatan menjadi lebih kokoh.
Arif menuturkan, petugas saat ini telah melakukan pemasangan bekisting. Yakni cetakan sementara untuk menahan beton segar hingga mengeras dan membentuk struktur bangunan.
Pemasangan ini agar beton lebih presisi dan hasilnya kuat menahan beban berat kendaraan yang melintas.
“Pemasangan bekisting telah dilakukan. Kami upayakan besok jumat (3/7) pengecoran bisa dilaksanakan,” bebernya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BBPJN Jawa Timur-Bali Wahyu Wibowo menambahkan, pengerjaan rehabilitasi jembatan Matikan II memang dapat dipercepat.
Tergantung kondisi di lapangan. Namun pengerjaan fisik harus dilakukan sesuai dengan tahapan.
Sehingga tidak mengurangi kualitas fisik jembatan yang menjadi urat nadi penghubung pulau Jawa dengan Bali tersebut. Dengan demikian bangunan lebih kokoh, aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Setelah melakukan pengujian, pergeseran ruas jalan pengerjaan rehabilitasi jembatan dilakukan. Walaupun bisa dipercepat, kami tetap menekankan kualitas pengerjaan fisik jembatan,” tuturnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid