Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jelang Musorkab, Petahana Mundur dari Bursa Ketua KONI Kabupaten Probolinggo

Agus Faiz Musleh • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:25 WIB
MUSORKAB: Ketua Panitia Musorkab KONI Kabupaten Probolinggo Muchlis (kiri) bersama Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan (tengah) melakukan Konferensi Pers Musorkab 2026 di kantor DPRD Kabupaten Probolinggo. (AGUS FAIZ MUSLEH/RADAR BROMO)
MUSORKAB: Ketua Panitia Musorkab KONI Kabupaten Probolinggo Muchlis (kiri) bersama Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan (tengah) melakukan Konferensi Pers Musorkab 2026 di kantor DPRD Kabupaten Probolinggo. (AGUS FAIZ MUSLEH/RADAR BROMO)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Bursa calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo Periode 2026-2030, dipastikan kehilangan salah satu nama. Ketua Umum KONI saat ini, Zainul Hasan, menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri setelah memimpin organisasi ini selama satu periode.

Keputusan itu disampaikan bersamaan dengan dibukanya tahapan penjaringan calon ketua umum, Selasa (30/6). Dengan mundurnya petahana, kontestasi menuju Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) dipastikan terbuka bagi figur-figur baru.

Zainul mengatakan, keputusannya tidak berkaitan dengan kemampuan memimpin ataupun tekanan politik. Menurutnya, regenerasi menjadi kebutuhan organisasi agar pembinaan olahraga di Kabupaten Probolinggo memperoleh perspektif dan energi baru.

“Saya tidak menyerah. Saya ingin berbagi kesempatan kepada yang lain, bagaimana rasanya memimpin organisasi olahraga di Kabupaten Probolinggo," ujarnya.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan petahana kembali maju. Di sisi lain, belum ada nama yang secara terbuka mendeklarasikan diri sebagai bakal calon.

“Saya secara pribadi tidak punya rekomendasi terhadap calon ketua umum mana pun. Tidak punya hak suara, tidak punya kepentingan," katanya.

Meski memilih mundur, Zainul menilai periode kepemimpinannya berhasil meningkatkan posisi Kabupaten Probolinggo dalam peta prestasi olahraga Jawa Timur. Ia mengklaim daerahnya kini berada di peringkat ke-19 dan mampu melampaui sejumlah kabupaten di sekitarnya.

“Terlepas dari kekurangan yang ada, ini adalah masa emas prestasi Kabupaten Probolinggo. Kita berada di peringkat 19 Jawa Timur. Kita bisa mengalahkan tetangga kita yang memiliki perguruan tinggi negeri di selatan sana dan juga tetangga terdekat kita yang berada di peringkat 30," ujarnya.

Namun capaian prestasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan berikutnya. Tantangan bagi ketua umum baru bukan sekadar mempertahankan posisi, melainkan meningkatkan daya saing olahraga Kabupaten Probolinggo di tingkat provinsi.

“Mudah-mudahan berakhirnya masa kepemimpinan saya ini dalam keadaan husnulkhatimah. Pemimpin baru KONI juga semoga mendapatkan prestasi yang lebih baik dari saya," katanya.

KONI Kabupaten Probolinggo resmi membuka tahapan penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum Periode 2026-2030. Ketua Panitia Pemilihan Muchlis memastikan, proses pemilihan akan dijalankan secara independen tanpa intervensi dari pihak mana pun.

“Saya pastikan netralitas saya 100 persen. Panitia dan proses pemilihan ketua umum ini bersih dari intervensi pihak mana pun. Saya tidak akan masuk ke urusan politik dalam pemilihan ini di posisi manapun. Saya tetap berkomitmen membesarkan Orado di Kabupaten Probolinggo," tegasnya. (mu/rud)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Zainul Hasan #Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia #bursa #probolinggo #koni