KRAKSAAN, Radar Bromo-Tuberculosis (TB) masih menjadi penyakit yang diwaspadai di dalam lingkungan penjara. Sebab ruangan yang tertutup dengan penghuni banyak, makin membuat penyakit ini rentan menular cepat penghuninya.
Inilah yang melandasi Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melaksanakan screening active case finding (ACF) TBC di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Kraksaan, Senin (22/6). Ratusan warga binaan diperiksa petugas. Hasilnya, tidak ditemukan kasus aktif penyakit TBC.
Kepala Rutan kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan, warga binaan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pemeriksaan ACF TBC yang dilakukan petugas untuk memastikan seluruh warga binaan mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Serta sebagai deteksi dini penyakit menular TBC.
“Pemeriksaan ini penting untuk mencegah potensi penularan penyakit. Menjaga lingkungan rutan tetap sehat dan aman,” katanya.
Pelaksanaan ACF dilakukan secara menyeluruh. Sebanyak 284 warga binaan melaksanakan screening.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan, seluruh warga binaan yang mengikuti pemeriksaan dinyatakan negatif TBC.
Hasil tersebut menunjukkan kondisi kesehatan warga binaan Rutan Kraksaan dalam keadaan baik dan terbebas dari TBC.
Wasor TB Dinas Kesehatan Sulistiani Trisnoharini mengatakan, pelaksanaan ACF penyakit TBC ini menjadi salah satu upaya penting untuk menemukan kasus sedini mungkin. Caranya memang melalui pemeriksaan yang dilakukan secara aktif dan berkala. Dengan demikian dapat memastikan kondisi kesehatan warga binaan.
Selain itu juga untuk mencegah terjadinya penularan penyakit di lingkungan pemasyarakatan.
“Pemeriksaan yang dilakukan pada warga binaan pemasyarakatan menjadi salah satu upaya eliminasi penyakit TBC. Sebab sampai saat ini TBC menjadi salah satu penyakit menular yang diwaspadai,” tuturnya. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni