Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Overheating Boiler Milik Pabrik Pengolahan Kayu di Desa Bulang Gending Probolinggo Terbakar hingga Bikin Panik Pekerja

Achmad Arianto • Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:38 WIB
SEMPROT: Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo melakukan pemadaman pabrik pengolahan kayu di Desa Bulang, Kecamatan Gending. (Foto: Damkar for Jawa Pos Radar Bromo)
SEMPROT: Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo melakukan pemadaman pabrik pengolahan kayu di Desa Bulang, Kecamatan Gending. (Foto: Damkar for Jawa Pos Radar Bromo)

GENDING, Radar Bromo - Sebuah boiler pabrik pengolahan kayu di Desa Bulang, Kecamatan Gending mengalami overheating Jumat sore (19/6). Percikan api kemudian mengenai serbuk kayu hingga terbakar. Insiden tersebut sempat membuat panik pekerja, beruntung bara api masih bisa dipadamkan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.50. Saat itu pabrik pengolahan kayu sedang produksi. Tak lama kemudian tiba-tiba boiler mengeluarkan percikan api.

Hingga akhirnya merembet ke tumpukan serbuk kayu yang menggunung. Banyaknya serbuk kayu membuat panik pekerja. Hingga akhirnya menghubungi pemadam kebakaran untuk segera memadamkan api.

Boiler diduga mengalami overheating lalu keluar percikan api. Khawatir tambah besar manajemen pabrik menghubungi petugas,” kata Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Nonkebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.

Petugas merespon laporan tersebut, damkar kemudian mengerahkan satu truk pemadam kebakaran berkapasitas 3.500 liter. Sesampainya di lokasi petugas langsung melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air pada serbuk kayu yang telah terbakar.

Petugas juga melakukan pemadaman dengan menyemprotkan pada cerobong boiler yang turut terbakar. Upaya tersebut dilakukan hingga bara api padam. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pendinginan.

“Objek yang terbakar itu boiler dan serbuk kayu. Bukan berbentuk kobaran api tetapi bara api yang merembet. Jika tidak segera ditangani maka akan berpotensi terjadi kobaran api. Dampaknya tentu bisa lebih parah,” bebernya.

Andrea menuturkan, tidak ada kendala dalam proses pemadaman. Hanya saja petugas harus menaiki cerobong untuk menjangkau titik api.

Tindakan ini tentunya sudah melalui pertimbangan keselamatan yang ketat. Agar tidak menimbulkan cedera pada petugas yang menangani.

“Butuh waktu sekitar 2 jam untuk memadamkan api. Untuk taksiran kerugian materiil atas insiden ini sekitar Rp 10 juta,” bebernya. (ar/fun)

Editor : Fandi Armanto
#kebakaran #pengolahan kayu