KRAKSAAN, Radar Bromo – Nasib apes dialami dua warga Dusun Karanglo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan. Ini setelah rumah mereka dilalap si jago merah, Jumat (19/6) malam.
Apesnya, kebakaran ini karena diduga pemiliknya lupa mematikan lilin saat terjadi pemadaman listrik. Sumber api diduga berasal dari lilin. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Rumah yang terbakar tersebut milik Muhammad Hasyim, 45, dan Sadi, 55. Insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 19.25. Saat rumah Muhammad Hasyim hanya dihuni oleh istrinya.
Malam itu wilayah Kelurahan Semampir sedang terjadi pemadaman bergilir, istri Muhammad Hasyim menyalakan lilin. Karena berjualan ke pasar kemudian rumah ditinggal dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Sementara lilin tetap menyala.
Beberapa menit kemudian api tiba-tiba berkobar dari dalam rumah Muhammad Hasyim. Kemudian merembet ke rumah Sadi yang berdempetan. Saat kejadian rumah Sadi juga sedang kosong ditinggal penghuninya keluar.
“Kebakaran terjadi saat padam, dua rumah yang terbakar saat itu kosong. Tidak ada penghuninya,” kata Agus, 33, warga Kelurahan Semampir.
Di tengah kegelapan akibat padam, api kemudian diketahui oleh warga yang melihat cahaya disertai kepulan asap.
Saat dicek rupanya api sudah besar. Karena kondisi rumah kosong akhirnya warga menghubungi petugas kelurahan setempat bahwa telah terjadi kebakaran rumah.
Warga juga berupaya melakukan pemadaman api secara manual. Sayangnya api berkobar cukup besar sehingga susah untuk dipadamkan.
“Api sudah merembet ke dua rumah. Warga mencoba melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Karena tidak berhasil akhirnya menghubungi pemadam kebakaran,” ucapnya.
Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian mengatakan pihaknya mendapatkan laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 19.40.
Dari laporan awal objek yang terbakar merupakan dua rumah yang berada ditengah-tengah pemukiman padat penduduk.
Karena itulah penanganan cepat dilakukan dengan mengerahkan 3 unit truk pemadam kebakaran didukung dengan 1 truk supply. Tak tanggung-tanggung sebanyak 17 personil juga turun ke lokasi untuk memadamkan api.
“Kondisi saat itu padam. Tentunya perlu penindakan ekstra. Lokasi kebakaran juga wilayah rawan jadi kami berupaya semaksimal mungkin agar api cepat padam dan tidak merembet ke lokasi lainnya,” tuturnya.
Setibanya di tempat kejadian kebakaran petugas kemudian bahu-membahu melakukan pemadaman. Menyemprotkan air ke titik kobaran api dan titik rambatan api.
Upaya ini dilakukan dengan intens sampai api padam. Petugas kemudian melanjutkan penanganan dengan mendinginkan bara api yang tersisa. Hingga akhirnya api benar-benar padam.
“Tidak ada kendala saat pemadaman. Petugas membutuhkan waktu 45 menit untuk memadamkan api. Dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta,” bebernya.
Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya juga turun ke lokasi kebakaran. Petugas kemudian menghimpun informasi penyebab terjadinya insiden kebakaran pada pemilik dan saksi yang berada di lokasi.
Hasilnya diduga kuat rumah yang terbakar tersebut akibat lilin yang ditinggal saat rumah padam.
“Dari pengakuan pemilik rumah diperkuat dengan keterangan warga memang diduga kuat karena lilin. Dua rumah hangus terbakar dalam insiden ini,” terangnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto