Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Soroti Pendampingan-Mutu Benih saat Dinas Pertanian Monitoring Tanaman Tembakau

Agus Faiz Musleh • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:05 WIB
MONITORING: Petugas dari Dinas Pertanian saat berada di lahan Poktan Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan. (Foto: Istimewa)
MONITORING: Petugas dari Dinas Pertanian saat berada di lahan Poktan Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan. (Foto: Istimewa)

KRAKSAAN, Radar Bromo - Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo selama sepakan terakhir melakukan monitoring pertumbuhan tanaman tembakau di sejumlah sentra budi daya.

Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan fase awal pertumbuhan tanaman berjalan baik sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi produktivitas petani pada musim tanam tahun ini.

Monitoring dilakukan pada demplot budi daya tembakau varietas Paiton VO dalam program  Jiwa Wira Usaha Tembakau Agropreneur Muda Berkualitas (Jawara Tembakau) di Poktan Suko Tani 2, Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton. Pemantauan juga menyasar Demfarm Usaha Tani Tembakau Terintegrasi di Poktan Harmoni Jaya Sentosa Dawuhan, Desa Dawuhan, Kecamatan Krejengan.

Fase awal pertumbuhan dinilai sebagai periode krusial dalam budi daya tembakau. Kesalahan dalam pemeliharaan, pemupukan maupun pengendalian organisme pengganggu tanaman pada tahap ini dapat berdampak pada kualitas dan hasil panen.

Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Faiq El Himmah mengatakan, monitoring lapangan diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan budidaya dijalankan sesuai rekomendasi teknis.

"Melalui monitoring ini kami ingin memastikan pertumbuhan tanaman tembakau pada fase awal berjalan dengan baik dan seluruh tahapan budidaya dilaksanakan sesuai rekomendasi teknis. Pendampingan yang berkelanjutan sangat penting untuk meminimalkan risiko kegagalan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tembakau," kata Faiq.

Menurut dia, keberadaan demplot dan demfarm tidak hanya ditujukan untuk mengejar peningkatan hasil produksi. Tetapi juga menjadi sarana belajar bagi petani agar mampu menerapkan teknologi budi daya yang lebih efektif.

"Demplot dan demfarm ini diharapkan menjadi media pembelajaran bagi petani untuk mengadopsi teknologi budi daya yang tepat. Dengan demikian, petani dapat meningkatkan kemampuan usaha tani sekaligus menghasilkan tembakau yang berkualitas dan berdaya saing," ujarnya.

Petugas Pelaksana Tanaman Semusim Disperta Famnun Alaina menyebut, kondisi tanaman di lokasi monitoring secara umum menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Namun, hal itu belum cukup menjadi jaminan keberhasilan apabila pendampingan tidak dilakukan secara berkelanjutan.

"Pertumbuhan awal tanaman tembakau di lokasi kegiatan relatif baik. Namun pendampingan tetap perlu dilakukan secara intensif agar petani dapat menerapkan setiap tahapan budidaya sesuai anjuran, mulai dari pemeliharaan tanaman, pemupukan hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman," katanya.

Di tengah upaya menjaga produktivitas, persoalan lain yang ikut menjadi perhatian ialah ketersediaan benih bermutu. Pada hari yang sama, Disperta menyerahkan benih penjenis Tembakau Paiton VO kepada penangkar benih yang tergabung dalam Poktan Sumber Abadi, Desa Rawan, Kecamatan Krejengan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung perbanyakan benih sekaligus menjaga kemurnian varietas tembakau Paiton VO yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Ketersediaan benih yang terjamin dinilai berpengaruh terhadap produktivitas dan keseragaman hasil di tingkat petani.

"Penyerahan benih penjenis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan pengembangan tembakau Paiton VO sebagai salah satu varietas unggulan Kabupaten Probolinggo. Kami berharap benih yang diserahkan dapat diperbanyak secara optimal oleh penangkar sehingga menghasilkan benih bermutu tinggi yang siap memenuhi kebutuhan petani," ujar Faiq.

Ia menambahkan, proses perbanyakan benih harus mengikuti kaidah produksi agar kualitas dan kemurnian varietas tetap terjaga. "Melalui perbanyakan yang dilakukan sesuai kaidah produksi benih, kualitas dan kemurnian varietas dapat terus dipertahankan.

Dengan demikian petani memperoleh benih yang unggul, produktif dan sesuai dengan karakteristik Tembakau Paiton VO yang telah dikenal luas," katanya.

Famnun berharap sistem perbenihan daerah dapat diperkuat sehingga kebutuhan petani tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.

"Kami berharap proses perbanyakan benih dapat berjalan dengan baik sehingga menghasilkan benih Tembakau Paiton VO yang berkualitas, berkelanjutan dan tersedia dalam jumlah yang cukup. Ketersediaan benih yang baik akan mendukung peningkatan produktivitas petani sekaligus menjaga kelestarian varietas unggulan daerah," ujarnya. (mu/fun

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tembakau #pertanian #paiton #probolinggo