Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pantau Berkala Wilayah Temuan PMK di Kabupaten Probolinggo, Mana Saja?

Achmad Arianto • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:14 WIB
Petugas memantau kondisi ternak milik warga Kabupaten Probolinggo. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
Petugas memantau kondisi ternak milik warga Kabupaten Probolinggo. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

 

DRINGU, Radar Bromo – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga kini menjadi perhatian serius Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. Untuk mencegah penularan yang masif petugas melakukan pemantauan dan pemeriksaan ternak secara berkala.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, pencegahan penularan PMK memang perlu dilakukan.

Sebab dampak PMK begitu dirasakan oleh pemilik ternak. Ternak yang terpapar bisa mati jika telat dalam penanganan.

Selain itu adanya PMK juga dapat menurunkan daya beli dan konsumsi masyarakat terhadap daging.

Seperti yang pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya saat PMK ditemukan masif di lingkungan masyarakat.

“Selama masih ada temuan PMK, tentunya penyebaran penyakit tersebut perlu diwaspadai agar tidak meluas,” katanya.

Menurutnya temuan di Kabupaten Probolinggo sejauh ini masih tergolong landai. Belum ada temuan signifikan dan semuanya masih bisa ditangani sampai kondisinya membaik.

Namun demikian petugas tetap rutin memantau lokasi tempat ditemukannya PMK. Diantaranya Kecamatan Lumbang, Krejengan, Wonomerto, Gending, dan Kraksaan. Selain itu petugas juga melakukan pemeriksaan rutin pada ternak yang terpapar.

Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi penyebaran virus. Bahkan sampai ternak sembuh terbebas dari virus PMK.

“Ternak yang terpapar mayoritas sapi. Saat ini masih bisa dikendalikan. Tetap kami lakukan pemantauan secara rutin,” ucapnya.

Nikolas menegaskan, virus PMK dapat menyerang ternak yang sehat. Sehingga perlu dilakukan vaksinasi rutin pada sapi.

Sehingga kekebalan tubuh ternak bisa terjaga dengan baik. Tidak mudah terpapar virus PMK serta penyakit menular pada ternak lainnya.

Ternak yang terpapar PMK memiliki potensi buruk sampai mati jika ternak tidak divaksin. Hal ini tentunya akan menimbulkan kerugian pada masyarakat.

Terlebih lagi ternak yang dipelihara tersebut merupakan salah satu sumber penghasilan. Yang mana hasil penjualan ternak digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga kondisi ternak harus tetap sehat.

“Dalam hal pencegahan vaksinasi rutin tentunya juga diperlukan. Sehingga ternak rentan bisa lebih kebal,” tandasnya. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#pmk #vaksin