MARON, Radar Bromo - Sebuah tempat penggergajian kayu milik Diduk, 47, di Desa Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, terbakar Kamis (4/6) malam. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada instalasi kabel yang sudah usang.
Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Probolinggo Unit Condong Dedi Sukisnowanto mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.42.
Informasi itu disampaikan seorang warga yang datang ke Pos Damkar Unit Condong.
Mendapat laporan tersebut, petugas pun segera bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan lima unit mobil damkar.
Yaitu tiga unit fire truck dan dua unit fire truck tambahan yang masing-masing berkapasitas 4.000 liter air.
“Saat petugas tiba, api sudah membesar dan melalap bagian barat area penggergajian,” terangnya.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, titik awal kebakaran diduga berasal dari percikan api akibat korsleting pada kabel.
Api kemudian menyambar limbah sisa penggergajian kayu yang mudah terbakar.
Petugas pun segera melakukan pemadaman dan pembasahan. Namun prosesnya cukup lama karena banyaknya material kayu di lokasi yang menjadi bahan bakar api.
Selain itu, tumpukan kayu tidak berada dalam satu titik. Melainkan tersebar di beberapa area penggergajian. Kondisi tersebut membuat petugas harus memastikan seluruh material yang terbakar benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran susulan.
“Banyaknya bahan kayu yang mudah terbakar serta lokasi tumpukan kayu yang tersebar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama. Kami harus memastikan seluruh area benar-benar basah dan tidak ada lagi bara api yang tersisa,” kata Dedi.
Sekitar 7,5 jam lamanya, api akhirnya bisa padam sepenuhnya. Proses pemadaman dan pendinginan selesai pada Jumat (5/6) pukul 01.30. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi