
KRAKSAAN, Radar Bromo –Polisi masih mendalami kasus terbakarnya sedan Suzuki Baleno di depan SPBU Semampir, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Termasuk mendalami kemungkinan mobil tersebut digunakan untuk menyedot atau mengangkut bahan bakar minyak (BBM).
Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana mengatakan, sejumlah pihak masih diperiksa untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran itu.
Sekaligus menentukan pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Namun belum dapat disimpulkan apakah proses hukum nantinya hanya akan mengarah kepada sopir sedan atau juga melibatkan pihak SPBU.
“Saat ini masih penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah barang bukti termasuk rekaman CCTV sedang kami dalami. Kami juga masih memeriksa pihak SPBU,” terangnya, Jumat (5/6).
Baca Juga: Usai Isi BBM di SPBU Semampir Kraksaan, Sedan Baleno Terbakar, Sopir Warga Gading Alami Luka Bakar
Selain memeriksa pihak SPBU, penyidik juga berupaya meminta keterangan dari sopir sedan maupun pemilik sedan yang terbakar. Namun hingga kini, keduanya belum dapat diperiksa.
Polisi juga tengah memastikan dugaan bahwa sedan yang terbakar digunakan untuk menyedot atau mengangkut BBM dalam jumlah tertentu.
Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan sejumlah jeriken di dalam sedan pascakebakaran.
“Kami juga memastikan tentang mobil yang terbakar yang diduga sebagai mobil penyedot BBM,” tambahnya.
Sedan itu sendiri terbakar sesaat setelah mengisi BBM di SPBU Semampir, Kamis (4/6) pagi.
Kebakaran itu sempat mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.
Petugas damkar yang datang ke lokasi berhasil memadamkan api setelah menerjunkan dua unit armada.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan delapan jeriken di dalam sedan. Sebagian di antaranya masih berisi BBM Pertalite. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi