KRAKSAAN, Radar Bromo - Setelah terpilih menjadi Bupati Probolinggo, Moh Haris membentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo.
Tim ini berfungsi memberikan arah dan masukan kebijakan, termasuk mendorong optimalisasi peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Belakangan tersiar kabar TP2D dibekukan. Kabar ini dibantah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.
Dia menegaskan bahwa TP2D tetap berjalan, hanya tengah dalam proses evaluasi untuk meningkatkan efektivitas perannya.
Menurut Ugas, keberadaan TP2D diharapkan terus memberikan masukan strategis kepada bupati, terutama dalam mengarahkan kebijakan pembangunan daerah.
“TP2D itu memberikan masukan kepada bupati. Saat ini yang dilakukan adalah evaluasi efektivitasnya. Yang jelas tidak dibekukan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ke depan peran TP2D akan lebih difokuskan pada ranah perencanaan. Hal ini untuk menghindari tumpang tindih fungsi dengan perangkat daerah lainnya.
“Ada batas-batasnya. Jadi masuk pada perencanaan. Kalau sebelumnya memang agak masuk ke pelaksanaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ugas menuturkan bahwa Surat Keputusan (SK) TP2D tidak memiliki batas masa jabatan tertentu.
Selama masih dibutuhkan oleh kepala daerah, tim tersebut akan tetap digunakan. “SK TP2D itu tidak ada masa jabatan. Sepanjang masih digunakan oleh bupati, ya tetap berjalan,” imbuhnya.
Sejauh ini TP2D ikut memberi masukan kepada bupati. “Masukan kepada bupati itu mengarahkan. Termasuk bagaimana Bappeda bisa lebih optimal. Kemarin memang ada sampai masuk pada pelaksanaan,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa struktur personel TP2D masih lengkap dan akan dimaksimalkan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). “Personelnya ada, tinggal bagaimana memaksimalkan tupoksinya,” tambahnya.
Sebagai informasi, TP2D Kabupaten Probolinggo diketuai oleh Khoirul Anwar. Sementara anggota tim meliputi Ahmad Fawaid dan Hamim Wajdi.
Tim ini juga diperkuat sejumlah konsultan ahli dari kalangan akademisi, yakni Moh Fadli, Fadhilah Putra, Ahmad Taufiq, M Noer Fadli Hidayat, serta Nur Hamim.
Dengan evaluasi yang tengah berjalan, diharapkan TP2D dapat semakin tajam dalam memberikan rekomendasi kebijakan.
Sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan di Kabupaten Probolinggo agar lebih terarah dan efektif. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid