KRAKSAAN, Radar Bromo – Kebakaran hebat melanda kandang milik Johari, 47, warga Dusun Masjid, Desa Alassumur Kulon, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu sore (26/4).
Akibatnya, empat ekor kambing di kandang mati terpanggang menyebabkan kerugian sekitar Rp 20 juta.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.05, saat rumah dalam kondisi kosong. Seorang tetangga yang melintas di sekitar rumah korban sore itu, tanpa sengaja mengetahui kebakaran tersebut.
Saat itu, saksi melihat kepulan asap pekat membumbung tinggi dari belakang rumah korban.
Tepatnya dari kandang kambing yang terbuat dari konstruksi semipermanen berbahan kayu dan bambu.
“Rumah saat itu kosong, tidak ada penghuninya. Johari bekerja dan istrinya belum pulang mengajar,” kata perangkat Desa Alassumur Kulon Munir saat dikonfirmasi Senin (27/4).
Seketika, warga sekitar pun heboh. Apalagi saat melihat asap semakin pekat dan api kian membesar. Warga akhirnya menghubungi korban Johari dan memberitahu perihal kebakaran itu.
Baca Juga: Obat Nyamuk Bakar Sambar Sprei, Rumah Nenek di Blandongan Pasuruan Hangus Terbakar
Di saat bersamaan, warga berinisiatif memadamkan api secara manual untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Namun material kandang yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan.
“Mulanya api disiram dengan air menggunakan alat seadanya. Tapi api sulit padam. Akhirnya warga menghubungi perangkat desa. Lalu laporan diteruskan kepada Petugas Damkar,” lanjut Munir.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung merespons dengan menerjunkan satu unit mobil damkar bersama lima personel ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, api diketahui sudah berkobar cukup besar.
“Sampai di lokasi kebakaran, petugas segera memadamkan api dengan menyemprotkan air ke titip api. Saat itulah diketahui ternyata kandang tidak kosong. Ada enam ekor kambing di dalamnya,” terang Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Nonkebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.
Karena itu, petugas segera berupaya menyelamatkan ternak di dalam kandang. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api.
Akibat kebakaran itu, empat ekor kambing mati terpanggang. Sementara dua lainnya berhasil diselamatkan.
Andrea menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari sambaran petir yang mengenai pohon di dekat kandang.
Memang saat kejadian wilayah sekitar sedang diguyur hujan ringan yang disertai petir.
“Atas insiden tersebut, empat ekor kambing mati di dalam kandang. Sementara dua kambing terselamatkan. Pemilik ditaksir mengalami kerugian materiil sekitar Rp 20 juta,” tandasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi