Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tebing Sungai Kertosono Longsor, Puluhan Kamar Mandi Ponpes SAQO Kraksaan Probolinggo Ambruk, Duga Terkait Normalisasi

Agus Faiz Musleh • Kamis, 16 April 2026 | 17:58 WIB

 

AMBROL: Terlihat bangunan di Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQO), Rangkang, Kraksaan, ambrol ke Sungai Ketosono, Kamis (16/4) pagi. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
AMBROL: Terlihat bangunan di Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQO), Rangkang, Kraksaan, ambrol ke Sungai Ketosono, Kamis (16/4) pagi. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kepanikan terjadi Kamis (16/4) pagi. Puluhan kamar mandi ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQO), Rangkang, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Menyusul tebing Sungai Kertosono yang longsor.

Peristiwa itu terjadi pukul 07.30. Bangunan sepanjang sekitar 35 meter itu roboh hingga materialnya jatuh ke aliran Sungai Kertosono. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Bangunan yang roboh terdiri atas sekitar 20 kamar mandi berukuran rata-rata 2 x 1 meter. Selain itu, terdapat dua kamar asatiz dan satu kamar lain yang turut terdampak.

Kepala Pondok Taufiqur Rahman menjelaskan, bangunan yang berdiri di bibir Sungai Kertosono itu telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan beberapa hari sebelumnya.

Retakan awal muncul pada kamar guru tugas di sisi selatan. Kondisi semakin parah pada Selasa (14/4) saat lantai mulai jeblos.

“Awalnya kamar guru tugas di sebelah selatan itu retak. Hari Selasa lantainya sudah jeblos. Kami sudah punya firasat, kok retaknya semakin lebar,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Meluber, Sungai Kertosono Kraksaan Probolinggo Dikeruk

Melihat kondisi tersebut, pengurus pondok segera mengingatkan para santri agar berhati-hati saat menggunakan fasilitas kamar mandi.

Santri juga diminta tidak berlama-lama berada di dalam kamar mandi yang dinilai rawan.

Hingga akhirnya, deretan kamar mandi itu ambruk Kamis (16/4). Insiden itu terjadi dua kali. Ambruk pertama terjadi pada bagian bak mandi.

Saat itu, terdapat seorang santri yang sedang menggunakan fasilitas mandi. Namun santri itu selamat karena bagian yang runtuh lebih dulu adalah bak mandi, bukan keseluruhan struktur bangunan.

“Sebenarnya ada satu santri yang pakai jeding itu, namun tidak sampai menjadi korban. Sebab saat tergerus, pertama kali yang runtuh bak mandinya, jadi santri itu selamat,” jelasnya.

Sekitar dua jam setelah kejadian pertama, bangunan kembali ambrol dan kali ini roboh total. Pada saat kejadian kedua, lokasi sudah dalam kondisi kosong karena sebelumnya telah dinyatakan berbahaya.

“Dua jam kemudian, seluruh kamar mandi tergerus. Jadi dua kali ambruk. Saat itu sudah tidak ada santri yang ke sana karena sebelumnya sudah ambruk,” tambahnya.

Menurutnya, hari itu tidak banyak santri yang mandi di kamar mandi tersebut. Sebab, air di kamar mandi hampir habis.

Sehingga banyak santri pindah menggunakan fasilitas mandi di kamar mandi lain.

Kondisi itu justru membuat mereka terhindar dari insiden tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban. Itu yang paling kami syukuri,” tuturnya.

Di ponpes itu sendiri, sekitar 150 santri sehari-hari menggunakan fasilitas mandi bersama. Kini, bangunan yang tersisa hanya separo kamar guru tugas.

Pihak ponpes menduga ambrolnya bangunan berkaitan dengan aktivitas normalisasi Sungai Kertosono yang berada tepat di belakang lokasi.

Penggalian tanah di area tersebut diduga mengurangi kekuatan tebing yang sebelumnya menopang bangunan.

“Sebelumnya, di belakang bangunan kamar mandi ini ada tanahnya. Namun dikeruk untuk aktivitas normalisasi sungai. Tebing yang ambrol dulunya menjadi penahan, setelah dikeruk mungkin tidak kuat,” ungkapnya.

Kejadian ambrolnya tebing di kawasan pondok tersebut bukan kali pertama.

Pada awal tahun lalu, sekitar 40 meter dari lokasi saat ini, tebing Sungai Kertosono juga mengalami longsor. Titik itu telah ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemasangan bronjong sepanjang 15 x 8 meter. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#syech abdul qodir Al jaelani #sungai kertosono #probolingga #longsor #Kraksaan