KRAKSAAN, Radar Bromo - Bencana banjir yang terjadi sebelum Ramadan lalu juga merusakkan jembatan Poreng di Dusun Poreng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar.
Jembatan tersebut sudah mulai dbenahi dan dibangun dengan ukuran 12 x 4 meter. Jembatan dibangun lebih tinggi dari posisi semula.
Untuk memastikan penanganan, Bupati Haris juga meninjau lokasi. Ia menegaskan bahwa perbaikan tidak sekadar membangun ulang, melainkan juga mengubah konsep konstruksi agar lebih tahan terhadap bencana.
“Karena harus ditinggikan posisi jembatan. Ini juga terjadi di hampir seluruh akses yang hilang. Pascabencana ini ada perubahan konsep, beberapa membutuhkan ketinggian khusus atau desain khusus agar tidak terulang lagi saat banjir,” ujar Haris saat di lokasi.
Menurutnya, kejadian banjir kali ini tergolong tidak biasa. Pasalnya, wilayah tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami banjir dengan dampak sebesar ini.
“Dari dulu memang tidak pernah banjir. Jadi ini sedang kami asesmen, sebenarnya penyebabnya apa. Memang curah hujan sangat tinggi, tetapi kami juga akan melihat faktor lain, seperti kemungkinan alih fungsi lahan dan sebagainya,” jelasnya.
Haris juga mengungkapkan adanya indikasi kerusakan lingkungan yang turut memperparah kondisi. Berdasarkan informasi dari Perhutani, sebagian kawasan hutan mengalami degradasi yang cukup signifikan.
“Informasi dari Perhutani, ada sekitar hampir 40 persen lahan yang memang harus kami tanam kembali. Ini yang sedang kami koordinasikan terus agar banjir bisa diminimalisir ke depan,” tambahnya.
Terkait perbaikan jembatan, pemkab memastikan proses sudah mulai berjalan. Namun, karena adanya perubahan desain dengan elevasi lebih tinggi, pengerjaan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
“Kami berharap masyarakat bersabar, karena ada perubahan konsep jembatan menjadi lebih tinggi. Ini tentu butuh waktu, tapi pelaksanaan sudah mulai,” katanya.
Sementara itu, untuk menjaga konektivitas warga, pemerintah juga akan memperbaiki jembatan sementara agar tetap layak dilalui.
“Jembatan sementara nanti kami benahi, begitu juga yang di Semenjeneng juga sudah mulai ada proses, termasuk pengiriman material,” beber Haris.
Dengan langkah tersebut, diharapkan Jembatan Poreng tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga lebih kuat menghadapi potensi banjir di masa mendatang. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid