Insiden ini terjadi sekitar pukul 21.30. Saat itu, wilayah Kecamatan Pajarakan diguyur hujan lebat sejak pukul 20.30. Tak lama berselang, hujan disertai angin kencang menyebabkan sebatang pohon trembesi setinggi sekitar 15 meter di bahu jalan tumbang. Melintang dan menutup Jalur Pantura.
“TRC (Tim Reaksi Cepat) melakukan penanganan di lokasi, sekaligus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait agar proses evakuasi berjalan cepat dan aman,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Proses evakuasi berjalan cepat setelah sejumlah instansi terkait ikut turun. Selain BPBD, juga ada dari TNI, Polri, Damkar, PLN, dan Satpol PP.
Selama proses evakuasi, ruas jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Setelah dua jam melakukan evakuasi, arus lalu lintas berangsur-angsur normal. “Fokus kami adalah memastikan akses jalan nasional segera terbuka kembali. Proses penanganan berjalan lancar,” bebernya.
Oemar mengatakan, insiden pohon tumbang ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Khususnya, di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu yang mengharuskan masyarakat tetap waspada.
“Masyarakat harus tetap waspada. Terlebih lagi saat hujan disertai angin kencang. Kondisi demikian berpotensi mengakibatkan pohon tumbang,” jelasnya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga