Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tanggul Jebol Bikin Kamar Mandi dan Musala Warga Patokan Kraksaan Probolinggo Ini Ambrol

Agus Faiz Musleh • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:35 WIB

AMBROL: Rumah Muhammad Syafi'i yang bagian belakangnya ambrol akibat tanggul jebol.
AMBROL: Rumah Muhammad Syafi'i yang bagian belakangnya ambrol akibat tanggul jebol.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Bencana banjir rob kembali menghantui warga pesisir. Kali ini menimpa rumah milik Muhammad Syafi’i, 64, warga RT 6 RW 6 Dusun Braun, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan.

Tanggul sepanjang sekitar 11 meter di belakang rumahnya jebol, Selasa (3/3) dini hari, hingga menyebabkan bangunan bagian belakang rumah ambruk ke arah muara.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi. Kabar ambruknya bangunan justru diterima dari tetangga.

Muhammad Lovi Andika Syafi’i, anak pemilik rumah mengatakan, saat kejadian dirinya berada di rumahnya di Desa Sumberlele.

Sementara sang ayah sedang berada di rumah anaknya yang lain di Gili Ketapang. “Saya dikabari tetangga kalau rumah bapak ambrol,” ujarnya.

Menurut Lovi, jebolnya tanggul di belakang rumah tersebut baru pertama kali terjadi. Sebelumnya, meski sering diterjang banjir rob, bangunan di belakang rumah masih mampu bertahan.

“Belakang rumah ini langsung muara yang terhubung ke laut. Biasanya kalau banjir rob memang masuk ke rumah, tapi tanggulnya masih kuat. Kemarin itu sampai ambrol,” katanya.

Bangunan yang rusak berada di bagian belakang rumah, tepatnya area kamar mandi dan musala kecil yang biasa dipakai sang ayah untuk beribadah. Saat kejadian Muhammad Syafi'i tidak berada di rumah.

“Untungnya saat itu saya lagi di Gili Ketapang. Biasanya kalau sudah salat Isya, saya nunggu subuh sambil tidur di musala belakang itu. Kalau saya ada di rumah, mungkin sudah ikut hanyut ke muara,” tutur Syafi’i.

Meski demikian, kejadian tersebut sebenarnya sudah sempat dikhawatirkan keluarga. Sebab kondisi tanggul di belakang rumah sudah lama mengalami rembesan.

“Tanggulnya sudah sering ngerembes. Fondasinya dangkal, jadi air masuk dari bawah lalu merusak struktur bangunan. Lama-lama tidak kuat dan akhirnya ambrol,” jelasnya.

Banjir rob sendiri bukan hal baru bagi warga Dusun Braun. Bahkan hampir setiap bulan purnama, air laut pasang kerap masuk ke permukiman warga.

“Kalau menjelang purnama biasanya antara tanggal 12 sampai 18 Jawa air laut pasang. Air bisa masuk ke rumah, jadi kami sering ngepel lumpur,” kata Syafi’i yang diketahui pernah menjabat sebagai ketua RT selama sekitar 30 tahun itu.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebenarnya sudah pernah melakukan pembangunan dan perbaikan tanggul di kawasan tersebut. Namun, tidak semua titik mendapatkan penanganan.

“Kemarin yang diperbaiki itu tanggul di sisi utara, bukan yang tepat di belakang rumah ini. Waktu itu katanya kondisi tanggul di sini masih dianggap bagus,” kata Syafi'i.

Kini keluarga berharap ada perbaikan tanggul agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Sebab jika hanya memperbaiki bangunan rumah tanpa memperkuat tanggul, kerusakan dikhawatirkan akan terulang.

“Kalau rumah saja yang diperbaiki percuma. Yang penting tanggulnya dulu dibenahi supaya tidak jebol lagi,” tandasnya.

Syafi’i sendiri diketahui sudah tinggal di kawasan tersebut sejak 1997. Meski terbiasa menghadapi banjir rob, kerusakan tanggul hingga membuat bangunan rumah ambruk baru kali ini dialami keluarganya.

Di samping itu kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar sjarief menyebutkan, pihak yang telah memantau kejadian tersebut.  

"Kami akan kirimkan bantuan terhadap warga terdampak. Namun kita juga meminta kepada warga agar tidak membangun bangunan di sempadan sungai, karena sangat berisiko," katanya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#banjir rob #tanggul jebol