Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Prioritaskan Tingkat Kerusakan Jalan, Pemkab Probolinggo Bertahap Lakukan Tambal Sulam

Achmad Arianto • Minggu, 1 Maret 2026 | 10:30 WIB

PEMELIHARAAN : DPUPR Kabupaten Probolinggo melakukan pemeliharaan tiga ruas jalan yang berlubang menggunakan truk alpomain.
PEMELIHARAAN : DPUPR Kabupaten Probolinggo melakukan pemeliharaan tiga ruas jalan yang berlubang menggunakan truk alpomain.

KRAKSAAN, Radar Bromo- Selama musim hujan, jalan di Kabupaten Probolinggo, kembali banyak yang butuh perhatian. Kondisi ini tak jarang membuat masyarakat mengeluh. Ketika hujan, jalan rusak atau belubang sangat membahayakan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, pun tak tinggal dia. Sejumlah petugas diturunkan untuk memperbaikinya. Meski hanya menggunakan cara tambal sulam.

Sekretaris DPUPR Kabupaten Probolinggo Asrul Bustami mengatakan, pembenahan infrastruktur jalan harus dilakukan secara konsisten. Realisasinya melalui pola pemeliharaan rutin, agar kerusakan tidak semakin meluas atau semakin bertambah parah. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga ruas jalan tetap terpelihara dan nyaman,” katanya.

Pemeliharaan dilakukan secara bertahap. Jumat (27/2), pekerjaan tambal sulam dilakukan di tiga wilayah. Meliputi wilayah barat, tengah, dan timur Kabupaten Probolinggo. Di wilayah barat, penanganan dilakukan di R-09 ruas Jalan Wonoasih-Bantaran dengan panjang 7,710 kilometer.

Di wilayah tengah, penanganan dilakukan di R-120 Jalan Ir. Juanda sepanjang 2,380 kilometer. Dengan panjang efektif penanganan disesuaikan tingkat kerusakan di lapangan. Di wilayah timur, pekerjaan dilakukan di R-100 ruas Jalan Kandang Jati–Kandang Sapi, sepanjang 4,040 kilometer. “Pemeliharaan ruas jalan tersebut dilakukan menggunakan truk alpomain,” ujarnya.

Asrul menuturkan, fokus pemeliharaan yang dilakukan saat ini adalah menangani kerusakan ringan. Agar tidak berkembang menjadi kerusakan sedang maupun berat yang tentunya membutuhkan biaya lebih besar.

Pihaknya juga memastikan setiap laporan masyarakat terkait kerusakan ringan, akan ditindaklanjuti sesuai kapasitas yang ada. Dengan tiga unit alat alpomain, DPUPR berupaya merespon cepat dan melakukan pemeliharaan di lapangan.

Namun, masyarakat harus dapat memahami, bahwa proses penanganan dilakukan secara bertahap. Sesuai prioritas tingkat kerusakan jalan dan ketersediaan alat. “Tentunya kami berharap masyarakat dapat bersabar menunggu giliran pemeliharaan jalan,” ujarnya. (ar/rud)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#perhatian #mengelaborasi #musim hujan #probolinggo