Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setahun Gus Haris-Ra Fahmi Pimpin Kabupaten Probolinggo: Dari Bencana, Jalan Mulus hingga Perangi Kemiskinan

Agus Faiz Musleh • Rabu, 25 Februari 2026 | 10:42 WIB

Bupati Probolinggo Moh Haris dan Wabup Fahmi AHZ
Bupati Probolinggo Moh Haris dan Wabup Fahmi AHZ

KRAKSAAN, Radar Bromo - Setahun sudah pemerintahan SAE (Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis berdaya saing) menakhodai Kabupaten Probolinggo.

Tepat sejak dilantik Kamis, 20 Februari 2025, duet Mohammad Haris dan Fahmi AHZ kini, genap satu tahun berjalan. Rapor kinerja sedikit demi sedikit mulai dibuka ke publik.

Bupati Mohammad Haris mengungkapkan, refleksi satu tahun “Probolonggo SAE” sebenarnya telah disiapkan sejak jauh hari. Namun, situasi kebencanaan memaksa agenda itu ditunda.

“Launching 1 tahun Prob SAE sudah siap jauh hari. Saya menunda karena masih banyak bencana. Sekalian progres penanganan,” ujar Gus Haris.

Menurutnya, fokus pemerintah saat itu adalah percepatan penanganan bencana dan pemulihan dampaknya. Seremoni bisa menunggu, keselamatan dan kebutuhan warga lebih utama.

Namun Gus Haris akui di tahun pertama pemerintahan SAE bukan “fase panen”. Kata dia, di tahun pertama adalah fase menata fondasi dan konsolidasi maksimal.

Hasilnya, data menunjukkan arah bergerak, meskipun pekerjaan belum selesai. Dengan data itu tahun pertama ini menjadi tahun optimisme.

Capaian paling signifikan terletak pada penguatan tata kelola dan integritas pemerintahan. Ini menjadi prioritas di misi pertama SAE Pemerintahan.

SPI naik dari 71,65 menjadi 73,31, MCP KPK melonjak ke 95,8 persen, IMDI melonjak dari 43,50 ke 66,92 (naik 53 persen), WTP tahun ke-12, ITKP naik dari 76,45 menjadi 84,94.

Di infrastruktur, ada gerakan tumbuh dari upaya pemenuhan infrastruktur mantap yang naik dari 73,08 persen  menjadi 76,21 persen.

DFi bidang Pendidikan dan Kesehatan, stunting turun dari 11,26 persen menjadi 10,36 persen. UHC juga mencapai 99,04 persen  atau 1.198.660 jiwa. “Ini menunjukkan bahwa fondasi sistem bergerak, bukan stagnan.,” beber Gus Haris.

Pun dengan perekonomian, Gus Haris menyebut, produksi padi naik dari 285.528 ton menjadi 323.031 ton. Sedangkan di sektor UMKM,  ada 324 UMKM difasilitasi pemasaran.

Dampaknya: akses layanan membaik, produksi naik, dan daya tahan ekonomi lokal mulai menguat.

Namun ada target yang dinilainya belum tercapai. Misalnya investasi masih minus -31,68 persen meski membaik dari -76,01 persen; pengelolaan sampah masih 17,42 persen.

“Dilihat dari angka itu, memang ini bukan program yang ditinggalkan. Ini program yang sedang dipersiapkan tahapan percepatannya,” bebernya.

Soal pemerintahan khususnya organisasi perangkat daerah (OPD), kata Gus Haris, dia menyebut melaju positif jika dinilai objektif.

Di sisa waktu pemerintahanya, Gus Haris dan Wabup Fahmi AHZ menyebut, tantangan yang mereka hadapi masih banyak.

“Pekerjaan memang belum selesai. Tetapi arah sudah benar. Tahun pertama adalah fase penguatan fondasi dan konsolidasi menyeluruh. Tahun kedua adalah fase percepatan. Semangat visi Probolinggo SAE bukan hanya tentang klaim besar. Ini tentang fondasi kuat dan langkah yang semakin pasti,” bebernya.

Hal yang sama juga diungkapkan Wabup Fahmi AHZ. Salah satu janji kampanye yang kini mulai terlihat hasilnya adalah perbaikan infrastruktur jalan. Wakil Bupati Fahmi AHZ menegaskan, pembangunan dilakukan bertahap dan terukur.

“Jalan mulus sampai ke pelosok desa, alhamdulillah meskipun bertahap. Tentu tidak simsalabim, tidak langsung semudah membalik telapak tangan. Tapi itu sudah mulai kami lakukan,” tegas Fahmi.

Akses hingga Tiris kini mulai membaik. Jalur sampai Bermi juga sudah terasa lebih nyaman dilalui. Target berikutnya, akses yang tembus hingga perbatasan Kabupaten Jember.

"Mudah-mudahan akses yang tembus ke Kabupaten Jember itu juga bisa diupayakan mulus,” imbuhnya.

Pesan yang ingin ditegaskan: perubahan memang tidak instan, tetapi arah pembangunan sudah bergerak.

Di balik capaian itu, pekerjaan rumah masih menumpuk. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan angka kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem menjadi fokus akselerasi tahun kedua.

“PR-PR kita berkaitan dengan IPM, penyelesaian infrastruktur, itu masih jadi komitmen kami untuk terus bisa kita tuntaskan,” kata Fahmi.

Pemkab membentuk lintas satgas kemiskinan. Penanganan tak lagi dibebankan hanya pada dinas sosial. Semua OPD diminta terlibat, menyasar daerah-daerah yang menjadi kantong kemiskinan.

“Persoalan kemiskinan ini harus menjadi persoalan seluruh pemerintah kabupaten. Dinas-dinas lain juga harus ikut merancang program yang dioptimalkan di daerah-daerah lumbung kemiskinan,” tandasnya.

Langkah itu sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur agar Pemkab Probolinggo periode ini serius menuntaskan persoalan masyarakat miskin.

Sejumlah program Pemkab Probolinggo dalam setahun terakhir disebut telah menuai apresiasi dari pemerintah pusat, instansi lain, hingga sektor swasta.

“Beberapa program yang telah dijalankan alhamdulillah sudah banyak mendapatkan apresiasi,” ungkap Fahmi.

Namun, ia menegaskan bahwa apresiasi bukan alasan untuk berpuas diri. Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah tetap dituntut kreatif dan adaptif.

“Dengan segala keterbatasan yang hari ini ada, efisiensi juga masih terus terjadi. Namun kami tidak boleh pesimis. Kami harus tetap optimis,” ujarnya.

Refleksi satu tahun ini menjadi penanda: fondasi sudah diletakkan. Jalan mulai diaspal. Program sosial digerakkan. Sinergi lintas sektor diperkuat.

“Mimpi untuk menyegerakan Probolinggo baru, Probolinggo maju, Probolinggo SAE itu harus betul-betul segera kita upayakan terealisasi di Kabupaten Probolinggo,” pungkas Fahmi.

Setahun pertama adalah bab pembuka. Tahun kedua menjadi pembuktian. Publik kini menanti, seberapa jauh SAE mampu menuntaskan janji dan mengantar Probolinggo melaju lebih kencang. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Ra Fahmi #gus haris