PAJARAKAN, Radar Bromo - Insiden kecelakaan lalu lintas masih saja terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo. Sejauh ini banyak kendaraan berpenumpang terlibat laka sehingga operasi rutin dilakukan.
Insiden kecelakaan lalu lintas dapat terjadi karena kelalaian pengguna jalan. Ketidakpatuhan pengendara pada rambu.
Kemudian kurang memahami tata cara berkendara. Seperti pengemudi yang mengantuk saat berkendara, pengemudi tertidur hingga lepas kendali dan menabrak benda atau kendaraan yang ada di depannya.
Kondisi demikian menjadi pemicu terjadinya insiden kecelakaan lalu lintas. Baik kecelakaan yang menyebabkan korban luka ringan, berat, dan meninggal dunia. Dengan kerusakan kendaraan rusak ringan, sedang, sampai ringsek.
“Kecelakaan lalu lintas masih berpotensi terjadi. Bahkan dengan tingkat fatalitas kecelakaan yang tinggi sehingga patut diwaspadai,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama.
Kecelakaan yang pernah terjadi mayoritas melibatkan motor, kendaraan berpenumpang dan angkutan barang.
Kendaraan tersebut kerap terlibat laka karena banyak digunakan oleh masyarakat. Baik untuk mobilitas sehari-hari dan kendaraan barang untuk pengiriman barang antar wilayah.
Sementara wilayah yang memiliki kerawanan tinggi meliputi pantura Kecamatan Kraksaan di ruas jalan Desa Jabungsisir dan Kelurahan Semampir. Kemudian di pantura Kecamatan Dringu di ruas jalan Desa Tamansari.
Untuk menekan insiden kecelakaan lalu lintas petugas rutin memberikan edukasi dan sosialisasi. Baik secara langsung maupun melalui papan himbauan.
Tujuannya agar pengendara tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. Pengecekan kendaraan pun harus dilakukan sebelum digunakan untuk memastikan kondisi kendaraan baik dan aman untuk digunakan.
Disamping itu petugas juga melakukan penindakan secara hukum pada pengguna jalan yang melanggar.
“Operasi berkala dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas. Dalam kegiatan tersebut tidak selalu dilakukan penegakan hukum tetapi juga sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran pengendara, ” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid