Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

TPT di MI Tambakukir Kotaanyar Probolinggo Ambrol, Sekolah Sementara Diliburkan

Achmad Arianto • Senin, 9 Februari 2026 | 11:13 WIB

Kondisi TPT di sebelah MI yang ambrol. Untuk sementara sekolah diliburkan. (Istimewa)
Kondisi TPT di sebelah MI yang ambrol. Untuk sementara sekolah diliburkan. (Istimewa)
 

KOTAANYAR, Radar Bromo - Hujan deras mengguyur wilayah Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam (7/2). Menyebabkan sebuah tembok penahan tanah (TPT) setinggi 11 meter dan panjang 20 meter ambrol.

TPT ini berada di Dusun Alaskembang, Desa Tambakukir. Tepat di samping sebuah MI di dusun setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Kholik, 41, warga setempat saat dikonfirmasi minggu (8/2) mengatakan, malam itu hujan memang turun. Mulanya hujan turun dengan intensitas ringan, kemudian meningkat menjadi deras.

Sekitar pukul 20.12, terdengar suara gemuruh. Ternyata TPT yang berada persis di dekat MI itu ambrol.

TPT ambrol diduga karena beratnya material tanah sekitar gedung. Sementara konstruksi TPT sudah tidak kokoh karena termakan cuaca dan waktu.

“TPT itu ambrol malam hari bersamaan dengan turun hujan. Jadi suaranya keras seperti gemuruh,” katanya.

TPT itu sendiri dibangun sebagai penguat tanah bangunan sekolah yang di atasnya terdapat 4 ruangan kelas. Karena TPT sudah ambrol, saat ini bangunan ruang kelas juga terancam ambrol.

Karena itu, menurutnya, ruangan kelas yang berada di atas TPT yang ambrol sementara tidak difungsikan. Sebab, dinilai membahayakan murid dan guru.

“Warga langsung gotong royong membersihkan puing TPT. Sekolah untuk sementara diliburkan. Ke depannya seperti apa belum tahu. Mungkin pindah tempat dulu sampai kondisinya aman,” tandasnya.

Tidak hanya bangunan MI. Menurut Kholik, di sekitar lokasi TPT yang ambrol juga ada tiga rumah warga.

Jaraknya sekitar 6 meter dari lokasi. Saat ini, para pemiliknya khawatir rumah mereka longsor. Sebab tanah sekitar cukup gembur.

“Tanah sekitar lokasi seperti bergerak. Mungkin karena gembur sering diguyur hujan. Warga jadi khawatir longsor,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang TPT yang ambrol.

Petugas, menurutnya, segera melakukan asesmen dampak bencana yang ditimbulkan. “Besok (Senin, Red) akan kami lakukan asesmen,” ucapnya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#ambrol #tpt #probolinggo #kotaanyar