Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hujan Deras Bikin Plengsengan dan Atap Rumah Warga di Pakuniran Ambrol

Achmad Arianto • Selasa, 3 Februari 2026 | 17:22 WIB

 

AMBROL: TPT di Dusun Krajan, Desa Blimbing yang ambrol setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Pakuniran.
AMBROL: TPT di Dusun Krajan, Desa Blimbing yang ambrol setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Pakuniran.

PAKUNIRAN, Radar Bromo-Bencana di penghujung musim hujan masih menjadi ancaman. Seperti yang terjadi di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

Hujan deras dengan durasi lama menyebabkan plengsengan atau tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Krajan, Desa Blimbing serta atap teras rumah warga di Dusun Patemon, Desa Alaspandan ambrol, Selasa (3/2).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya saja warga yang terdampak mengalami kerugian materiil.

Insiden ini bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Pakuniran dari senin (2/2) siang hingga sore hari. Hujan bahkan berlanjut sampai malam meski intensitasnya rendah.

Keesokan paginya (selasa, Red) sebuah TPT di Dusun Krajan, Desa Blimbing ambrol. Rusaknya bangunan ini diduga karena tembok tidak bisa menahan material tanah yang gembur akibat hujan. Sementara kondisi tembok sudah tidak kokoh.

“TPT ambrol terjadi pagi hari sekitar pukul 06.30. Rusaknya bangunan mungkin karena kemarin (senin, Red) terjadi hujan deras yang berdampak pada konstruksi bangunan,” kata warga setempat Zain, 37.

DAMPAK HUJAN: Atap teras rumah warga di Dusun Patemon, Desa Alaspandan ambrol setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Pakuniran.
DAMPAK HUJAN: Atap teras rumah warga di Dusun Patemon, Desa Alaspandan ambrol setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Pakuniran.

TPT yang ambrol tersebut berada persis di tepi jalan dusun. Puing TPT dan material tanah yang jatuh ke jalan membuat kendaraan roda empat untuk sementara waktu tidak bisa melintas.

Hanya bisa dilewati kendaraan roda dua atau pejalan kaki. Ruas jalan tersebut juga merupakan akses menuju sekolah SD dan SMP.

Zain menuturkan, dampak hujan deras juga membuat atap teras rumah warga di Dusun Patemon, Desa Alaspandan ambrol. Ambrolnya atap teras rumah ini diduga karena konstruksi bangunan tidak kokoh termakan cuaca dan waktu.

“Selain TPT ambrol, ada atap teras rumah warga yang juga rusak. Tidak sampai ada korban jiwa tetapi pemilik mengalami kerugian materiil,” tuturnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Novie Surachmad mengatakan, petugas telah melakukan asesmen. Kata dia, TPT yang ambrol tersebut memiliki tinggi 6,40 meter dan panjang 13 meter.

TPT ini sudah dilakukan 2 kali pembangunan yakni pada tahun 2013 dan 2024. Selamat petugas akan melakukan penanganan lebih lanjut terkait dengan dampak bencana yang ditimbulkan.

“Kami sudah melakukan asesmen dipastikan tidak ada korban. Saat ini kami sedang melakukan pendalaman data dan asesmen kejadian bencana. Selanjutnya akan dilakukan pelaporan secara tertulis,” jelasnya. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#rumah #Pakuniran #ambrol #bencana #probolinggo #tpt ambrol