KRAKSAAN, Radar Bromo - Peninggalan cagar budaya berpotensi menjadi tempat wisata. Jika dikemas dengan bagus, maka wisata ini bisa bermanfaat ke masyarakat.
Inilah masukan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja ke situs Cagar Budaya Candi Jabung, Minggu (25/1) sore.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi serta potensi pengembangan situs peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut.
Setibanya di lokasi, Menteri Kebudayaan tampak menyusuri area candi dan mengamati detail bangunan bersejarah yang telah berusia ratusan tahun itu.
Fadli Zon menyampaikan apresiasinya terhadap keunikan Candi Jabung, terutama dari sisi arsitektur yang dinilai berbeda dibandingkan candi-candi lain di Jawa Timur.
“Secara arsitektural ini sangat indah. Di Jawa Timur umumnya candi dibangun dari batu andesit, sementara Candi Jabung justru menggunakan bata merah,” ujar Fadli Zon di sela peninjauan.
Selain material bangunan, Menbud juga menyoroti bentuk bangunan Candi Jabung yang mencerminkan perpaduan kepercayaan pada masa lampau. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya toleransi dan akulturasi budaya yang berkembang pada era Majapahit.
“Bagian badan candinya menggambarkan corak Hindu, sementara puncaknya berbentuk stupa yang identik dengan Buddha. Ini menandakan adanya akulturasi kepercayaan yang hidup berdampingan pada masanya,” jelasnya.
Fadli Zon menegaskan bahwa Candi Jabung memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem budaya yang berkelanjutan.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian cagar budaya tersebut dari berbagai ancaman.
“Ke depan tentu harapannya situs ini bisa terpelihara dengan baik, baik dari ancaman ulah manusia maupun pengaruh iklim. Apalagi lokasinya cukup dekat dengan wilayah pesisir,” katanya.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan berharap Candi Jabung dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata budaya yang terintegrasi.
Pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada wisata sejarah dan religi, tetapi juga mampu menghadirkan aktivitas pendukung lain yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Semoga ke depan Candi Jabung bisa menjadi bagian dari ekosistem budaya. Tidak hanya wisata sejarah dan budaya, tetapi juga dapat berkembang dengan wisata kuliner khas Probolinggo,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Probolinggo dr. Mohamad Haris yang akrab disapa Gus Haris menyambut baik arahan dan harapan Menteri Kebudayaan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkomitmen mengembangkan kawasan budaya dengan tetap memperhatikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Setiap pusat budaya itu harus berdampak langsung ke UMKM. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, perputaran ekonomi masyarakat juga harus ikut bergerak,” ujarnya.
Gus Haris menambahkan, pihaknya saat ini masih mengkaji konsep pengembangan kawasan Candi Jabung yang paling tepat. Konsep tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan warga sekitar.
“Konsepnya seperti apa, itu yang sedang kami pikirkan bersama. Mudah-mudahan tahun ini sudah ketemu bentuk yang paling pas,” tandasnya. (mu/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni