KRAKSAAN, Radar Bromo- Sebuah tebing di Kali Kertosono, Kelurahan Sidomukti, Kraksaan ambrol. Insiden yang terjadi Minggu (18/1) pagi itu nyaris menelan korban jiwa.
Jamila 46, pemilik warung yang berada tepat di sisi barat lokasi ambrol melihat langsung detik-detik kejadian tersebut. Saat itu, ia baru saja membuka warungnya.
“Toko masih buka. Di depan tepat di sempadan sungai yang ambrol, masih ada orang jualan gorengan,” kata Jamila saat ditemui di lokasi, Senin (19/1).
Menurutnya, penjual gorengan tersebut sempat mampir ke warungnya untuk mengobrol. Namun, obrolan itu tak berlangsung lama. Belum genap lima menit, suara gemuruh terdengar dan tebing langsung runtuh.
“Tak sampai lima menit mengobrol, sudah ambrol. Kaget bukan kepalang. Untungnya yang jaga gorengan ke sini dulu, ke toko saya. Kalau tidak, pasti ada korban,” ujarnya dengan nada masih trauma.
Meski peristiwa itu nyaris mencelakakan warga, Jamila mengaku tidak sepenuhnya terkejut. Sebab, sebelumnya tebing di sisi selatan lokasi yang sama sudah lebih dulu mengalami ambrol, meski dalam skala lebih kecil.
“Sebelah selatan itu sebelumnya sudah ambrol sekitar lima meteran. Pas yang besar ini ambrol kan siang, hujan derasnya justru malam sebelumnya. Mungkin karena yang selatan sudah ambrol duluan,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, total panjang tebing yang runtuh diperkirakan mencapai sekitar 22 meter dengan ketinggian belasan meter.
Kondisi itu dinilai sangat membahayakan, mengingat di sisi barat tebing terdapat jalan yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas.
“Harapan kami segera ada penanganan. Ini kan jalan warga. Kalau dibiarkan, sangat berbahaya,” tegas Jamila.
Tak hanya terjadi di Kali Kertosono, ambrolnya tebing sungai juga dilaporkan terjadi di Sungai Rondoningo. Lokasinya berada di Desa Sentong, Dusun Silolembu. Tebing sepanjang puluhan meter di sungai tersebut runtuh setelah diterjang derasnya aliran air pada Minggu (18/1).
Di atas tebing yang ambrol itu, terdapat rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat warga sekitar diliputi kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan.
“Pas hujan besar itu yang ambrol. Warga cukup khawatir, takut ada ambrol susulan. Semoga segera ada penanganan dari pemerintah,” ujar Badrus, salah satu warga Desa Sentong.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Probolinggo UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Welang Pekalen, Muhammad Fachru Syahroni, membenarkan adanya laporan ambrolnya tebing di dua sungai tersebut.
Menurutnya, kedua lokasi masuk dalam kewenangan pengawasan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Laporannya sudah kami terima dan sudah kita datangi langsung ke lokasi,” katanya.
Saat ini, pihaknya masih melakukan asesmen untuk menentukan langkah penanganan yang akan diambil. Beberapa opsi masih dikaji, termasuk kemungkinan penanganan darurat.
“Untuk penanganannya masih akan kita bahas. Apakah nanti dilakukan penanganan darurat, menggunakan APBD murni, atau melalui PAK,” pungkasnya. (mu/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni