Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pencurian di SDN Sokaan 1 Sudah Tiga Kali Terjadi dalam Dua Tahun, Dinas Pendidikan Sebut Chromebook yang Dicuri Tak Bisa Dijual Bebas

Agus Faiz Musleh • Selasa, 20 Januari 2026 | 06:05 WIB
BUKAN KALI PERTAMA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Probolinggo mendatangi SDN Sokaan 1 seusai kejadian pencurian.
BUKAN KALI PERTAMA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Probolinggo mendatangi SDN Sokaan 1 seusai kejadian pencurian.

KREJENGAN, Radar Bromo - Aksi pencurian di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sokaan 1 Kecamatan Krejengan di Probolinggo Senin (19/1) dini hari bukan kali pertama terjadi. Sekolah tersebut tercatat sudah tiga kali dibobol maling dalam dua tahun terakhir.

Aksi pencurian di SDN Sokaan 1 langsung menyita perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo.

Dinas Dikdaya menyebut, maling berhasil menggasak tujuh unit laptop Chromebook bantuan pemerintah pusat, satu unit laptop pribadi milik guru merek HP, satu unit LCD proyektor merek Epson, serta satu unit speaker aktif portabel beroda.

Baca Juga: Maling Obok-obok SDN Sokaan 1 di Krejengan Probolinggo, TUjuh Chromebook dan Laptop Guru Raib Dicuri

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Sri Agus Indariyati, membenarkan bahwa Chromebook yang hilang merupakan aset negara yang terdaftar secara resmi di kementerian.

“Kami akan meminta nomor seri Chromebook-nya. Biasanya ada di kotak atau data inventaris. Itu nanti kami laporkan ke kementerian, sehingga bisa dilacak,” katanya.

Menurutnya, Chromebook tersebut tidak bisa diperjualbelikan secara bebas karena sudah terkunci sistem dan hanya diperuntukkan untuk pembelajaran siswa.

“Akunnya langsung terhubung ke pusat. Anak-anak yang menggunakan juga sudah terdaftar,” tegas Sri Agus.

LEWAT SINI: Kapolsek Krejengan, Iptu Miftahol Rahman (menujuk) saat mengecek lokasi SDN Sokaan 1 Krejengan yang dini hari kemarin dibobol maling.
LEWAT SINI: Kapolsek Krejengan, Iptu Miftahol Rahman (menujuk) saat mengecek lokasi SDN Sokaan 1 Krejengan yang dini hari kemarin dibobol maling.

Ia mengakui bahwa kejadian pencurian di SDN Sokaan 1 sudah terjadi berulang kali. Tahun sebelumnya, sekolah tersebut juga pernah kehilangan uang tunai hingga Rp 4 juta.

“Ini sudah kejadian ketiga. Yang pertama kehilangan uang, yang sekarang barang. Ke depan, solusinya pintu akan ditralis dan penambahan CCTV,” ujarnya.

Pihak dinas juga akan melaporkan kejadian ini ke inspektorat dan kementerian terkait untuk proses administrasi penghapusan aset, serta mengupayakan penggantian agar tidak mengganggu kegiatan belajar, termasuk pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

“ANBK harus berjalan, sekitar April. Kami upayakan solusi agar siswa tidak dirugikan,” tambahnya.

Kapolsek Krejengan, Iptu Miftahol Rahman, menyatakan pihaknya telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Anggota kami sudah ke lokasi, melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti,” kata Iptu Miftahol Rahman dalam keterangannya.

Dalam laporan polisi disebutkan, pencurian dengan pemberatan itu menyebabkan kerugian sekitar Rp 50 juta. Pelaku masuk dengan merusak gembok dan kabur melalui pintu yang sama.

Hingga kini, polisi masih mendalami rekaman CCTV dan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku.

Sementara itu, guru dan siswa SDN Sokaan 1 kembali harus belajar dengan rasa waswas, berharap kasus ini menjadi yang terakhir, bukan sekadar pengulangan. (mu/fun)

Editor : Fandi Armanto
#Krejengan #SDN Sokaan 1 #pencurian #SD Dibobol Maling #probolinggo