Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kondisi Terkini Ibu dan Bayi di Brani Wetan Probolinggo yang Sempat Terjebak Banjir saat Hendak Proses Persalinan 

Achmad Arianto • Minggu, 18 Januari 2026 | 20:44 WIB

 

DRAMATIS: Nur Jannah saat dibawa ke Puskesmas Maron untuk proses persalinan. Inset evakuasi Nur Jannah yang sempat terjebak banjir saat kontraksi. (Istimewa)
DRAMATIS: Nur Jannah saat dibawa ke Puskesmas Maron untuk proses persalinan. Inset evakuasi Nur Jannah yang sempat terjebak banjir saat kontraksi. (Istimewa)

MARON, Radar Bromo-Keluarga dan kerabat Nur Jannah, 22 akhirnya lega. Sempat terjebak banjir saat Nur yang hamil besar kontraksi pertanda hendak melahirkan, ia akhirnya berhasil dievakuasi, Sabtu malam (17/1).

Nur pun akhirnya berhasil melewati proses persalinan dengan baik. Kondisi bayi dan ibunya juga cukup sehat.

Camat Maron Nurhafiva saat dikonfirmasi menjelaskan, saat itu kondisi di sekitar tempat tinggal Nur memang dikepung banjir akibat naiknya debit air sungai ke permukiman. Sehingga sulit untuk mengevakuasi Nur dengan cepat.

Hingga akhirnya, petugas, perangkat desa, dan warga datang membantu. Mereka menggunakan sebuah kursi panjang menandu Nur Jannah menerjang banjir ke mobil siaga. Lalu mengevakuasinya ke Puskesmas Maron.

“Warga (Nur Jannah, Red) memang sudah waktunya melahirkan. Namun saat itu kondisi sekitar sedang banjir dan evakuasi sulit dilakukan,” katanya, Minggu (18/1).

Sekitar pukul 21.00, Nur yang dibawa ke Puskesmas Maron melahirkan bayi perempuan. Kondisi ibu dan bayinya selamat.

Namun beberapa jam kemudian, Nur harus dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk mendapat penanganan medis lebih baik.

Sementara sang bayi  boleh pulang keesokan paginya atau Minggu pagi. “Ibu bayi saat ini masih dirawat di RSUD Waluyo Jati. Sementara bayinya sudah boleh pulang. Baik ibu dan bayinya kondisinya sehat,” tuturnya.

Diketahui, tidak hanya panik karena banjir. Nur Jannah, 22, mengalami kepanikan lain, Sabtu (17/1) petang.

Saat banjir mengepung rumahnya di Dusun Asinan, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Nur yang hamil tua tiba-tiba kontraksi.

Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi Nur, dibuat kebingungan. Mereka tidak tahu bagaimana caranya harus membawa Nur ke Puskemas Maron.

Sebab, dua jembatan di Desa Brani Wetan terendam. Sehingga menghambat upaya evakuasi.

Merasa kesulitan, warga setempat langsung melapor Bupati Probolinggo Muhammad Haris melalui pesan seluler.

Laporan itu langsung disampaikan Gus Haris (panggilannya, Red) melalui grup Siaga Bencana. Dia meminta perangkat daerah terkait untuk segera membantu Nur.

“PLH Sekda tolong dipantau koordinasi seluruh OPD dalam penanggulangan banjir. Real Time,” begitu pesan Gus Haris kepada sejumlah instansi terkait, Sabtu malam.

Dari laporan itu, sejumlah perangkat daerah terkait dan desa langsung memberikan bantuan. Sejumlah perangkat mendatangi rumah Nur dan mengevakuasinya.

Dari potongan video yang beredar, Nur ditandu beberapa warga menerobos banjir. Lalu dievakuasi menggunakan mobil untuk dibawa ke Puskesmas Maron.

Sekitar pukul 21.13, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Hariawan Dwi Tamtomo menyampaikan, Nur sudah melahirkan. “Alhamdulillah kondisi ibu dan bayinya sehat,” ujar Hariawan seperti tertulis dalam pesan yang beredar di video. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#bayi #banjir #rsud waluyo jati #Maron #melahirkan #ibu #hamil #probolinggo #evakuasi