Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tanggul Jebol, Dua Pesantren di Probolinggo Ini Kebanjiran, Santri Gotong Royong Amankan Barang

Agus Faiz Musleh • Minggu, 18 Januari 2026 | 18:27 WIB
Terlihat kondisi PP Darut Tauhid saat banjir menerjang. Santri melakukan evakuasi barang-barang kewilayah yang lebih tinggi.
Terlihat kondisi PP Darut Tauhid saat banjir menerjang. Santri melakukan evakuasi barang-barang kewilayah yang lebih tinggi.

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak Sabtu (17/1) siang, tidak hanya merendam rumah warga dan merusak infrastruktur. Namun juga mengganggu aktivitas pendidikan keagamaan.

Dua pondok pesantren di dua kecamatan dilaporkan terdampak banjir akibat luapan sungai yang masuk ke area pondok. Masing-masing di Kecamatan Krejengan dan Gading.

Yang paling parah yaitu di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Desa Tanjungsari, Krejengan.

Air menggenangi area pondok dengan ketinggian sekitar 50 cm. Aktivitas santri pun terganggu dan membuat pengelola pondok melakukan langkah penyelamatan darurat.

Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, banjir di Tanjungsari dipicu oleh meningkatnya debit sungai. Air sungai meluap setelah tidak mampu menampung hujan deras berjam-jam.

“Curah hujan cukup tinggi dan berlangsung lama. Di Kecamatan Krejengan, salah satu dampaknya adalah genangan di Ponpes Darut Tauhid setinggi sekitar 50 sentimeter,” terang Oemar, Minggu (18/1) dini hari.

Luapan air juga merendam permukiman warga di Dusun Krajan dan Dusun Tempolong, Desa Tanjungsari. Sedikitnya, 100 rumah warga di dua dusun tersebut kebanjiran dengan ketinggian air bervariasi.

Reza Mahardika, salah satu santri Ponpes Darut Tauhid menceritakan detik-detik air mulai masuk ke lingkungan pondok. Menurutnya, hujan turun sejak siang hari. Namun air mulai menggenangi pondok pada malam hari.

“Air masuk sekitar jam delapan malam. Awalnya cuma sedikit, tapi cepat sekali naiknya. Tidak lama kemudian air sudah setinggi dada orang dewasa di beberapa titik,” kata Reza.

Ia menduga banjir terjadi akibat tanggul sungai yang berada di belakang pondok tidak mampu menahan derasnya aliran air. Hingga akhirnya jebol.

“Ternyata tanggul sungai di belakang pondok itu jebol. Air langsung masuk ke area pondok,” imbuhnya.

Para santri putra berinisiatif melakukan evakuasi mandiri. Barang-barang yang masih bisa diselamatkan, dipindah ke tempat lebih tinggi. Seperti kitab, pakaian, lemari, dan perabot pondok.

“Kami gotong royong mengamankan barang-barang. Air naiknya sangat cepat,” ujarnya.

Selain di Krejengan, Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah di Desa Mojolegi, Kecamatan Gading, juga dilaporkan kebanjiran. Meski tidak sampai merendam bangunan utama, kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas di lingkungan pesantren.

Kapolsek Gading AKP Maskur Ansori membenarkan luapan air di sekitar pesantren. Namun saat ini kondisinya sudah aman.

Selain pesantren, banjir di Desa Mojolegi juga berdampak pada rumah warga. Rumah Aryati di Dusun Krajan RT 01/RW 01 rusak akibat terjangan air. Sementara rumah Seniati di RT 02/RW 01 rusak ringan.

“Luapan air juga terjadi di Desa Wangkal, tepatnya di Dusun Sumbercangkelek. Air menggenangi jalan desa. Namun saat ini sudah terkendali,” ujar AKP Maskur.

Sedangkan di Desa Prasi, banjir menyebabkan jembatan penghubung Blok Gedangan RT 10 menuju Dusun Krajan rusak. Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi sekitar 45 kepala keluarga.

BPBD Kabupaten Probolinggo bersama aparat kepolisian dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan dan pendataan. Oemar menegaskan, keselamatan warga dan santri menjadi prioritas utama.

“Kami terus melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan semua pihak. Pendataan kerusakan akan dilanjutkan setelah kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, mengingat potensi hujan susulan masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#banjir #Krejengan #santri #pondok pesantren #probolinggo #Gading