RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati menutup tahun 2025 dengan serangkaian capaian strategis yang mencerminkan penguatan tata kelola, mutu layanan, serta keberpihakan nyata kepada pasien dan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Waluyo Jati, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K), MH, MKes, FISQua arah kebijakan ditekankan pada pelayanan yang bermutu, aman, humanis dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, penguatan kepemimpinan dan tata kelola menjadi fondasi utama. Direktur RSUD Waluyo Jati, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K), MH, MKes, FISQua memfokuskan kepemimpinan pada penguatan kebijakan berbasis mutu dan risiko, pengawalan anggaran secara akuntabel dan kehati-hatian, serta monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala.
Peresmian Ruang Direksi RSUD Waluyo Jati pada 8 Januari 2025 lalu, menjadi titik awal penguatan sinergi dan koordinasi manajemen. Sehingga pengambilan keputusan strategis dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Dari sisi mutu layanan, RSUD Waluyo Jati berhasil meraih Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 90,41 dengan tren meningkat di setiap triwulan.
Capaian ini menunjukkan seluruh standar pelayanan, mulai dari keselamatan pasien, manajemen fasilitas, hingga kompetensi sumber daya manusia, telah diterapkan secara konsisten, terukur dan berkelanjutan. Budaya mutu pun semakin mengakar di seluruh lini pelayanan.
Kinerja keuangan BLUD juga menunjukkan tren positif. Pendapatan rumah sakit mencapai 105 persen dari target, dengan realisasi anggaran yang dikelola secara efektif dan penuh kehati-hatian.
Setiap belanja diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien, sehingga keberlanjutan layanan tetap terjaga dan kepercayaan publik semakin kuat.
“Penguatan sarana dan prasarana menjadi capaian penting lainnya. Seluruh anggaran pembangunan dan pengadaan alat kesehatan tahun 2025 berhasil direalisasikan. Kebijakan ini menghasilkan peningkatan pada kapasitas layanan unggulan di RSUD Waluyo Jati,” ujar Direktur RSUD Waluyo Jati, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K), MH, MKes, FISQua.
Beberapa layanan unggulan yang berhasil dikembangkan antara lain Gedung Cath Lab dan ICVCU yang lengkap dan telah menyelesaikan uji komisioning dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Unit Hemodialisa (HD) atau cuci darah yang masuk tahap menunggu visitasi dari Kemenkes RI. Serta, layanan Laser Mata, Endoskopi THT, dan Laser Kulit di Poli Eksekutif.
“Kemudian layanan vaksin internasional, radiologi mammografi yang melengkapi CT Scan 128 Slices. Ada juga stroke unit dengan dokter dan perawat terlatih (diklat dibiayai BLUD), Poli Jiwa dan Ruang Rawat Inap Jiwa yang telah berjalan dan melahirkan gagasan baru.
Serta Gedung Rekam Medik terintegrasi dengan ruang poliklinik tambahan, dilengkapi ruang Gym,” katanya.
Sementara itu, dalam mendukung transformasi Jaminan Kesehatan Nasional, RSUD Waluyo Jati juga telah memenuhi lebih dari 60 persen standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS sebagai bentuk kesiapan bertahap dalam meningkatkan kenyamanan pasien.
“Tidak hanya berfokus pada aspek medis, RSUD Waluyo Jati terus menguatkan layanan humanis dan religius. Diantaranya melalui Program Sedekah Gratis Setiap Hari; Nasi Sedekah Berkah setiap Jumat; Khotmil Quran setiap Jumat Manis; serta pembangunan musala tambahan dan toilet. Alhamdulillah 2025 ini kami bangun 3 musala di area tempat pasien dan tempat berkumpulnya keluarga,” ujarnya.
Langkah ini merupakan implementasi dari nilai WJ SATIA (Sambut istimewa pasien dan keluarga) dan penguatan budaya layanan BUGARR (Bersih, unggul, gerak cepat, aman, ramah dan rapi). Serta misi Kabupaten Probolinggo SAE (Sejahtera, amanah, religius eksis berdaya saing).
Konsep BUGARR juga diwujudkan melalui penataan lingkungan rumah sakit yang bersih, asri, dan nyaman. Mulai pembangunan taman, ruang sitotoksik sesuai standar keselamatan, pembaruan kamar jenazah yang bermartabat, serta doorlop atau konektor antar gedung yang bersih, rapi dan estetik.
Selain itu, tahun ini RSUD Waluyo Jati juga meluncurkan layanan pengaduan BUNDA CARE. Layanan ini memastikan setiap komplain ditangani secara cepat, tepat, dan solutif, sehingga menciptakan pengalaman layanan yang semakin nyaman dan terpercaya.
RSUD Waluyo Jati juga memberikan apresiasi dan menyalurkan bakat civitas hospitalia. Yakni melalui pemberian penghargaan bagi karyawan berprestasi dan lomba inovasi layanan, seperti video edukasi melalui TikTok.
Termasuk rutin menggelar sejumlah kegiatan dalam peringatan hari besar islam (PHBI) dan peringatan hari besar nasional (PHBN).
Sepanjang tahun 2025 RSUD Waluyo Jati juga menorehkan berbagai penghargaan. Diantaranya, Juara I Faskes Berkomitmen dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN tingkat Cabang Pasuruan, Radar Bromo Awards Kategori Layanan Kesehatan dan Juara II Pemimpin Inspiratif SAE (Direktur) dalam ASN SAE Awards gelaran Pemkab Probolinggo.
Kemudian, dua penghargaan dari Lima Pilar Media. Yakni, penghargaan Outstanding Leader-Contribute in Improving Public Healthcare of The Year (Direktur) dan The Most Outstanding and Innovative Hospital in Public Health Services of The Year.
“Dua kategori penghargaan yang diraih RSUD Waluyo Jati kami dedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya. Komitmen kami adalah terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, humanis, dan terpercaya. Alhamdulillah, seluruh capaian RSUD Waluyo Jati tahun 2025 merupakan hasil kerja kolektif civitas hospitalia dan dukungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” ujar dokter Yessi. (uno/fun/*)
Editor : Abdul Wahid