KRAKSAAN, Radar Bomo – Proses penjaringan calon direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo kian mengerucut.
Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) resmi digelar dan menjadi penentu awal siapa figur yang layak menakhodai perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut.
Tahapan UKK dilaksanakan di Ruang Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (22/12) siang. Dalam sesi ini, para kandidat diuji melalui psikotes, ujian tertulis keahlian, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk mengukur kapasitas manajerial, kepemimpinan, dan pemahaman teknis.
Dari delapan peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi, hanya tujuh orang yang hadir mengikuti UKK. Seorang peserta tercatat tidak hadir pada hari pertama pelaksanaan.
Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Panitia Seleksi Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura, Ugas Irwanto, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang lolos administrasi sejatinya wajib mengikuti tahapan UKK.
“Hari ini (Senin, red) dari delapan peserta yang dinyatakan lolos administrasi, seharusnya semuanya mengikuti tes tertulis keahlian, psikotes, dan FGD. Namun satu peserta tidak hadir,” kata Ugas.
Meski demikian, ketidakhadiran peserta tersebut belum serta-merta berujung pada diskualifikasi. Panitia Seleksi masih menunggu hasil koordinasi dengan Tim UKK, mengingat tahapan seleksi masih berlanjut.
“Besok (Selasa, red) masih ada tahapan wawancara, setelah itu pleno penilaian. Terkait peserta yang tidak hadir hari ini, kami akan menunggu keputusan Tim UKK, apakah dinyatakan gugur atau masih diberi kesempatan menyusul,” jelasnya.
Ugas menambahkan, rangkaian UKK akan berakhir setelah seluruh tahapan dilalui dan panitia melakukan rekapitulasi nilai secara menyeluruh. Selain penilaian internal, panitia juga membuka ruang partisipasi publik.
Sebelumnya, Panitia Seleksi mencatat 14 orang mendaftar sebagai calon Direktur Perumdam Tirta Argapura. Namun, enam peserta gugur pada tahap administrasi.
Ketidaklulusan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari tidak memenuhi batas usia, kelengkapan dokumen administrasi, hingga latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan ketentuan seleksi.
Melalui proses seleksi berlapis ini, Panitia Seleksi berharap dapat menjaring figur direktur yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, visi kepemimpinan, serta kemampuan manajerial untuk mendorong peningkatan kinerja dan kualitas layanan air minum bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. (mu/fun)
Editor : Fandi Armanto