KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo mulai mematangkan langkah penanganan pascabanjir yang menerjang Kecamatan Tiris, Kamis (11/12). Salah satu opsi yang mengemuka adalah pemanfaatan Dana Tidak Terduga (DTT) untuk memperbaiki tujuh jembatan yang rusak akibat banjir.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan setengah-setengah. “Saya banyak mendengar di hulu, di Jember sana, ada informasi soal praktik illegal logging. Tapi yang kami lihat langsung di lapangan, faktornya tidak sesederhana itu,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan hulu di wilayah Kecamatan Tiris, memiliki banyak bukit dan lereng curam. Saat curah hujan tinggi, air dari lereng-lereng turun bersamaan dan membentuk aliran besar. Tiga aliran sungai kemudian menyatu di satu titik. Kondisi inilah yang membuat debit air melonjak drastis dan menghantam kawasan Desa Andung Biru.
“Makanya langsung jebol di sana, karena tumpahan airnya sangat luar biasa. Satu lagi dari utaranya Andung Biru, juga dari Taman Hidup. Jadi, tiga sungai besar menyatu jadi satu,” jelasnya.
Gus Haris menyoroti pola penanaman warga di sekitar bantaran sungai yang dinilai kurang tepat dan justru mengubah geometri sungai. Salah sautnya di sekitar sungai ditanami sengon. Akibatnya, geometri sungai berubah. “Ini yang bikin aliran air menghajar rumah warga,” ungkapnya.
Padahal, kata Gus Haris, sebagian rumah warga sebenarnya sudah memiliki jarak aman dari sungai. Namun, karena perubahan alur dan tikungan sungai, rumah-rumah tersebut tetap terdampak parah. “Ini yang kami mitigasi. Setiap ada tikungan dan perubahan geometri, akan kami perkuat,” katanya.
Pemkab Probolinggo berencana memperkuat plengsengan sungai dan melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap. Meski di tengah keterbatasan fiskal. “Yang sudah rusak akan kami perkuat pelengsengannya. Kami perbaiki di tengah keterbatasan fiskal. Tapi, sekali lagi, ojok-ojok sing susah, kita pasti mampu demi masyarakat,” ujarnya.
Prioritas utama saat ini, kata Gus Haris, memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Termasuk pembangunan kembali jembatan yang putus dengan desain yang lebih adaptif terhadap bencana.
Total ada tujuh jembatan yang terdampak. Terkait pembiayaan, Gus Haris mengakui DTT Kabupaten Probolinggo tahun ini nyaris habis. Namun, masih terdapat sisa anggaran yang bisa dimanfaatkan. Selain DTT, Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur. “Kemarin saya sudah matur kepada Gubernur untuk penanganannya,” ujarnya. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga