Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gojek TBC Inovasi Puskesmas Pajarakan-Probolinggo, Tingkatkan Temuan Kasus-Cegah Pasien Putus Minum Obat

Jamaludin • Senin, 8 Desember 2025 | 13:30 WIB
APRESIASI: Inovator Gojek TBC Sumiyati menerima penghargaan juara 3 Anugerah Inovasi Daerah Tahun 2025 dari Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ. Turut mendampingi Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris
APRESIASI: Inovator Gojek TBC Sumiyati menerima penghargaan juara 3 Anugerah Inovasi Daerah Tahun 2025 dari Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ. Turut mendampingi Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat penanggulangan kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayahnya.

Berbagai program terus digencarkan untuk menekan angka kasus. Salah satu langkah inovatif muncul dari Puskesmas Pajarakan. Yakni, Gerakan Ojek Jemput dan Kawal (Gojek) TBC.

Inovasi yang dirancang untuk meningkatkan temuan kasus dan mencegah pasien putus minum obat ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan TBC berbasis komunitas.

Inovasi jemput bola ini melibatkan para kader TBC dari 12 desa di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan. Mereka berkolaborasi dengan tenaga kesehatan (nakes) dari puskesmas setempat dalam menjalankan perannya.

SERAH TERIMA: Kader TBC menerima obat TBC dari ruang farmasi Puskesmas Pajarakan untuk diantar ke rumah pasien.
SERAH TERIMA: Kader TBC menerima obat TBC dari ruang farmasi Puskesmas Pajarakan untuk diantar ke rumah pasien.

Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani, S.Ked. melalui Pelaksana Program TBC Puskesmas Pajarakan Sumiyati menjelaskan, dalam inovasi Gojek TBC ada tiga layanan yang menjadi fokus.

Yakni, penjemputan dahak di rumah pasien atau Pos TB yang sudah ditentukan, pengambilan obat bagi pasien TBC dan obat pencegahan. Serta, pendampingan minum obat.

Sumiyati mengungkapkan, Gojek TBC dirangkai dari inovasi Semangat Gempita (Semangat Gebrak Pintu Temukan TB Paru) yang diluncurkan pada 2018.

Sesuai namanya, inovasi Semangat Gempita dilaksanakan dengan melakukan kunjungan door to door ke rumah-rumah warga terduga TBC. 

“Di situ kami melakukan anamnesa atau pengumpulan informasi awal kepada terduga. Setelah itu, terduga kami berikan pot atau wadah untuk sampel dahaknya. Namun, kenyataannya banyak yang tidak menyerahkan sampel itu ke puskesmas. Tentu ini menjadi hambatan,” ujar inovator Gojek TBC ini.

Lahirnya Gojek TBC juga didasari adanya pasien TBC yang mengalami putus minum obat atau tidak meminum obat secara teratur setiap hari. Penyebabnya, pasien atau keluarganya tidak mengambil obat TBC di Puskesmas.

“Putus obat juga terjadi karena tidak adanya pendampingan selama pengobatan, seperti pasien TBC dari kalangan lansia,” ungkapnya.

Akhirnya, dari beberapa kendala itu, lahirlah Gojek TBC pada 2021 lalu. Inovasi ini mulai diterapkan pada 2022 setelah terbitnya SK Inovasi pada November 2021.

Gojek TBC juga diganjar penghargaan dalam Anugerah Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo Tahun 2025 dalam Kategori Bidang Kesehatan.

PEJUANG: Para kader TBC dari 12 desa di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan berfoto bersama dengan Sumiyati (tengah).
PEJUANG: Para kader TBC dari 12 desa di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan berfoto bersama dengan Sumiyati (tengah).

Gojek TBC berhasil meningkatkan temuan kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan. Pada 2021 atau sebelum ada Gojek TBC, temuan mencapai 35 kasus.

Pada 2022 atau sejak inovasi diterapkan, temuannya menjadi 65 kasus, meningkat menjadi 70 kasus pada 2023 dan menjadi 86 kasus pada 2024. Hingga akhir November 2025 temuan mencapai 98 kasus.

“Semakin banyak temuan kasus, akan semakin banyak juga terduga atau kasus baru terdeteksi. Upaya penanganan juga bisa cepat dilakukan, sehingga rantai penularan TBC bisa segera diputus. Ini juga untuk mendukung target Indonesia mencapai eliminisi TBC pada tahun 2030,” jelasnya.

Temuan terduga TBC merupakan salah satu indikator dalam standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan. Yakni, indikator ke-11, tentang pelayanan kesehatan orang terduga TBC. “Capaian SPM ini akan berdampak pada indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Selain meningkatkan temuan kasus, Gojek TBC juga berhasil meningkatkan temuan terduga. Dari temuan-temuan itu, berimbas pada angka keberhasilan pengobatan pada pasien TBC. Hal ini menunjukkan Inovasi Gojek TBC benar-benar berperan besar dalam menanggulangi kasus TBC, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan. (uno/*)

 

CAPAIAN GOJEK TBC

Tahun 2021 (Sebelum Inovasi)

Penemuan Kasus
Target: 76 kasus
Capaian: 35 kasus

Penemuan Terduga
Target: 457 orang
Capaian: 61 orang

Keberhasilan Pengobatan
Target: 90 persen
Capaian: 97,14 persen

 

Tahun 2022

Penemuan Kasus
Target: 74 kasus
Capaian: 65 kasus

Penemuan Terduga
Target: 380 orang
Capaian: 477 orang

Keberhasilan Pengobatan
Target: 90 persen
Capaian: 97,06 persen

 

Tahun 2023

Penemuan Kasus
Target: 76 kasus
Capaian: 70 kasus

Penemuan Terduga
Target: 410 orang
Capaian: 570 orang

Keberhasilan Pengobatan
Target: 90 persen
Capaian: 93,33 persen

 

Tahun 2024

Penemuan Kasus
Target: 90 kasus
Capaian: 86 kasus

Penemuan Terduga
Target: 438 orang
Capaian: 570 orang

Keberhasilan Pengobatan
Target: 90 persen
Capaian: 94,29 persen

 

Tahun 2025

Penemuan Kasus
Target: 90 kasus
Capaian: 98 kasus

Penemuan Terduga
Target: 486 orang
Capaian: 590 orang

Keberhasilan Pengobatan
Target: 90 persen
Capaian: 94 persen

Editor : Fahreza Nuraga
#pemkab probolinggo #tbc #dinas kesehatan