KRAKSAAN, Radar Bromo-Sepanjang tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo memastikan tidak akan melakukan pengadaan bronjong.
Keputusan itu diambil karena stok material masih mencukupi untuk kebutuhan penanganan darurat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Dinas PUPR, Asrul Bustami.
Kata dia, hingga saat ini PUPR masih memiliki lebih dari seribu bronjong yang siap digunakan kapan saja jika terjadi kondisi darurat seperti longsor maupun kerusakan infrastruktur akibat bencana.
Selain bronjong, permintaan sand bag dari masyarakat juga terus berdatangan, terutama dari wilayah yang rawan banjir dan longsor.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PUPR menyiapkan stok besar guna mengantisipasi cuaca ekstrem.
“Permintaan masyarakat untuk sand bag cukup tinggi. Tahun ini kami siapkan 15 ribu karung,” jelas Asrul.
Ia menambahkan, dalam beberapa kasus warga meminta bantuan bronjong untuk memperkuat tebing atau tanggul sungai. Namun PUPR harus tetap mengatur distribusinya agar merata.
“Kadang kami diminta untuk memberi 50 lembar bronjong. Tentu tetap kami akomodasi sesuai kebutuhan dan tingkat kedaruratan yang ada,” lanjutnya.
Asrul menegaskan bahwa baik bronjong maupun sand bag merupakan perlengkapan yang digunakan untuk penanganan sementara. Langkah ini dilakukan agar kerusakan tidak melebar sebelum perbaikan permanen dilakukan.
“Bronjong dan sand bag ini kami gunakan untuk penanganan darurat atau sementara jika terjadi longsor atau bencana alam lainnya,” tegasnya.
Dengan stok perlengkapan yang masih mencukupi, PUPR memilih memaksimalkan inventaris yang ada ketimbang melakukan pengadaan baru.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi efisiensi anggaran tanpa mengurangi kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi bencana, terutama menjelang musim hujan. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid